Ingin berbagi pengalamannya kepada pembaca, wanita kelahiran 15 Maret 1989 ini menceritakan kisah sukses dietnya melalui detikHealth, seperti ditulis pada Sabtu (8/3/2014):
Sewaktu pindah ke kantor yang baru, berat badan saya naik drastis dalam waktu 4 bulan. Sebelumnya 50 kg, namun setelah pindah menjadi 57 kg. Hampir semua baju yang saya punya sudah tidak muat lagi, terasa sempit dan sesak. Saya pun jadi panik dan berpikir untuk berubah.
Saya kemudian mencoba untuk melakukan diet OCD, hasilnya berat badan saya turun 2 kg dalam waktu seminggu. Tetapi rasa lapar yang saya rasakan waktu puasa selama OCD membuat sakit lambung saya kambuh. Saya kemudian berhenti melakukan diet ini dan akibatnya berat badan saya pun naik kembali.
Teman saya kemudian menyarankan saya untuk melakukan diet karbo, di mana selama 14 hari saya mengonsumsi tahu dan telur rebus sebagai makanan utama saya. Memang bobot tubuh saya turun 4 kg dalam waktu 2 minggu, tetapi banyak makanan yang tidak bisa saya nikmati. Setelah program diet ini saya hentikan, bobot tubuh saya pun kembali naik lagi.
Saya lalu mencoba mengubah pola makan saya dengan mengganti nasi menjadi oat atau gandum. Saya campur konsumsi oatmeal dengan lauk lainnya seperti saat biasanya saya makan nasi. Dengan begitu saya berhasil menurunkan bobot dan baju-baju saya pun sudah muat kembali.
Bobot tubuh saya yang semula 57 kg turun menjadi 52 kg. Saya merasa cocok karena program ini tidak membuat saya menderita karena tidak boleh makan pada jam tertentu.
Awalnya memang saya merasa berat saat harus memakan oatmeal, tetapi saya jadi makin terbiasa. Ketika lapar saya hanya tinggal menyeduh oatmeal saja, maka rasa lapar saya pun hilang dan saya tidak memiliki keinginan untuk menyantap camilan lain. Badan saya pun terasa lebih ringan, pencernaan saya lebih baik, dan penyakit maag saya pun jarang sekali kambuh.
Memang tidak semua orang cocok melakukan suatu metode diet tertentu. Semoga pembaca cocok dengan diet yang saya jalankan ini.
(ajg/vit)










































