Kepada detikHealth, pria kelahiran 1 Januari 1970 dan bertempat tinggal di Palu, Sulawesi Tengah ini, menceritakan pengalaman menurunkan berat badannya yang semula 77 kg menjadi 64 kg, seperti ditulis pada Selasa (11/3/2014):
Sejak kecil saya memang sudah berbadan gemuk, mungkin sejak saya tahu cara makan. Padahal semenjak duduk di bangku SD banyak sekali kegiatan olahraga yang saya lakukan, seperti misalnya voli, renang, tenis, bahkan karate. Meskipun begitu, tetap saja berat dan tinggi badan saya tidak proporsional.
Keinginan saya untuk menurunkan berat badan muncul saat saya duduk di bangku SMA. Setelah saya gagal menjalin hubungan dengan lawan jenis dan juga munculnya masalah jerawat yang saya alami. Saya pernah membaca salah satu artikel yang mengatakan bahwa salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah tumpukan lemak.
Pada saat hari raya Idul Adha, saya makan dengan porsi yang banyak tanpa memikirkan masalah berat badan. Ketika di rumah saya pun menimbang berat badan dan ternyata telah mencapai angka 77 kg. Dari situ saya berpikir untuk menjalani program penurunan berat badan dengan serius dan sungguh-sungguh.
Diet yang saya lakukan adalah dengan mengatur pola makan dan melaksanakan puasa pada hari Senin dan Kamis. Kadang saya juga berpuasa dari hari Senin
sampai Kamis. Selain itu, saya juga mengonsumsi nasi dalam porsi lebih sedikit. Saya juga memperbanyak kegiatan olahraga, walaupun gerakan olahraga yang saya lakukan bisa dibilang sederhana, seperti joging, push-up, pull-up, dan sit-up.
Hasilnya berat badan saya pun saat ini 64 kg. Walaupun bobot tubuh saya telah turun, tetapi saya tetap menjalankan program ini sampai mencapai target yang saya inginkan, yaitu untuk turun 10 kg lagi. Semua ini saya lakukan karena saya ingin mempunyai tubuh yang ideal.
(ajg/up)











































