Senin, 17 Mar 2014 10:31 WIB

Diet Experience

Berkat Nasi Beras Merah, Yogie Sukses Pangkas Bobot 14 Kg

feed
Dikirim Oleh
Before Before Before After
Jakarta - Saat stres, tak jarang orang 'melampiaskannya' pada makanan. Kebiasaan ini tentu akan membuat berat badan mudah naik. Inilah yang dialami oleh Yogie Zulkurnia Rochmana (24). Stres saat mengurus skripsi membuatnya sering makan dan begadang, yang kemudian membuat tubuhnya kian menggemuk sehingga ia harus diet.

Ingin berbagi pengalaman dietnya kepada pembaca, pria kelahiran 22 April 1989 ini kemudian menceritakan kisahnya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Senin (17/3/2014):

Saya masih ingat pada bulan Februari 2012 saya sedang bersemangat mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Seperti kebanyakan orang lain, ketika sedang stres maka makanan merupakan solusi yang terbaik. Pola hidup yang tidak sehat seperti begadang sering saya lakukan saat itu.

Suatu hari saya diajak berlibur oleh beberapa teman dekat saya ke Tawang Mangu dan Pantai Depok Yogyakarta. Bagi saya itu merupakan momen terbaik, karena kami semua jarang berkumpul dikarenakan sibuk mengurus skripsi masing-masing.

Banyak yang berkomentar mengenai tubuh saya. Rata-rata mereka semua memberikan komentar yang sama, yaitu mengenai badan saya yang sangat gemuk. Sejak saat itu saya pun baru menyadari bahwa berat saya naik sebanyak 15 kg menjadi 75 kg. Untuk pria dengan tinggi 168 cm, berat badan saya sangat tidak ideal.

Semenjak itu saya mulai menata pola hidup saya agar menjadi sehat kembali. Tidak ada lagi begadang maupun ngemil di malam hari. Awalnya banyak yang menganggap remeh niat saya ini, tetapi hal ini malah semakin memotivasi saya untuk menurunkan berat badan.

Setiap pagi saya selalu bersepeda selama 30 menit, dilanjutkan dengan sarapan roti gandum dan juga telur. Jika saya ingin ngemil, maka saya hanya mengonsumsi buah pepaya saja. Makan siang saya tidak terlalu banyak berubah, hanya saja nasi putih saya ganti dengan nasi merah. Ketika makan di luar rumah pun, saya selalu membawa nasi merah. Pada malam hari, saya hanya makan lauk-pauk dan juga sayuran untuk mengurangi karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh saya.

Pola seperti ini saya lakukan hingga saya lulus dan wisuda pada bulan Juli 2012. Teman-teman saya yang dulu mengejek saya terheran-heran melihat saya bisa kurus saya wisuda. Bahkan sampai ada teman yang tidak mengenali saya. Orang-orang yang dulu mengkritik diet saya, kini malah bertanya tips untuk menurunkan berat badan. Orang-orang pun salut dengan usaha saya dalam menurunkan berat badan.

Tahun itu benar-benar membekas dalam ingatan saya. Saya lulus dengan predikat cumlaude dan berhasil menurunkan berat badan saya. Dengan berat badan yang sekarang ini saya menjadi lebih luwes dan lincah dalam bergerak.



(ajg/vta)