Ganti Nasi dengan Ubi Ungu, Kunci Karunia Pangkas Bobot 16 Kg

Diet Experience

Ganti Nasi dengan Ubi Ungu, Kunci Karunia Pangkas Bobot 16 Kg

- detikHealth
Kamis, 20 Mar 2014 07:30 WIB
Ganti Nasi dengan Ubi Ungu, Kunci Karunia Pangkas Bobot 16 Kg
Jakarta - Beberapa pekerjaan seringkali menuntut seseorang untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Hal inilah yang dialami oleh Karunia Debataraja (23). Bekerja sebagai karyawati swasta yang membuatnya harus tampil dengan tubuh ideal membuat Karunia berusaha untuk menurunkan berat badannya.

Kepada detikHealth, wanita kelahiran 8 April 1990 ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 5 bulan tersebut. Berkat diet ini, berat badannya berhasil turun 16 kg, seperti ditulis pada Kamis (20/3/2014):

Diet itu memang sangat menyiksa bagi saya, namun lebih menyiksa perkataan orang-orang sekitar yang memberikan komentar mengenai badan saya yang bertambah gemuk.

Saya berkerja sebagai staff corporate communications di sebuah industri pendidikan di Jakarta. Pekerjaan ini menuntut saya untuk tampil ideal dan lincah dalam mengerjakan tugas. Namun pada bulan September 2013, tinggi badan yang hanya 160 cm dengan berat badan 75 kg jelas jauh dari kata ideal. Bahkan bagian paha saya pernah lecet lantaran sering bergesekan ketika berjalan.

Segala jalan pintas untuk menurunkan bobot tubuh telah saya lakukan. Mulai dari mengonsumsi obat penurun berat badan dari dokter atau membeli obat dengan harga murah di pinggir jalan. Tetapi saya menjadi takut akan efek yang ditimbulkan, karena pada malam harinya saya mengalami sesak napas, jantung berdetak dengan cepat, dan bibir saya menjadi kering.

Akhirnya saya mencoba mencari informasi mengenai diet dengan cara yang sehat. Karena saya tidak terlalu gemar dengan olahraga, maka diet yang saya lakukan adalah dengan mengatur pola makan. Pada pekan pertama diet, saya hanya minum air putih dan makan buah pepaya saja. Saya juga tidak mengonsumsi makanan manis sama sekali.

Setelah melakukan 'pembersihan' dengan papaya, saya melanjutkan dengan mengatur pola makan. Saya yang biasanya makan 3-5 kali dalam sehari, dikurangi menjadi 2 kali dalam sehari. Saya juga mengganti nasi dengan ubi ungu atau kentang. Lauk-pauk yang saya makan diolah dengan cara dikukus atau direbus.

Aktivitas makan saya berhenti pada pukul 5 sore. Jika malam hari saya merasa lapar, maka saya akan mengonsumsi buah atau jus tanpa gula. Selain itu saya juga rutin berolahraga di akhir pekan dengan berlari di sekitar tempat tinggal saya.

Dalam melakukan program diet dibutuhkan kesabaran. Biasanya hasil dari diet yang kita lakukan akan terlihat pada pekan ketiga. Banyak sekali orang yang tidak melanjutkan diet mereka lantaran mereka tidak melihat hasil yang signifikan pada pekan kedua.

Pola diet tersebut saya jalankan sampai saat ini. Hasilnya bobot tubuh saya turun 16 kg dalam waktu 5 bulan. Berat badan saya yang semula 75 kg sekarang menjadi 59 kg. Semua orang di sekitar saya mengakui perjuangan saya dan tak jarang mereka bertanya tentang tips dalam menurunkan berat badan. Saya sangat senang sekali karena dapat memberikan pengaruh yang positif bagi orang-orang di sekeliling saya. Selamat berdiet para pembaca.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads