Sempat Mag Kronis, Erik Perbaiki Pola Diet dan Sukses Pangkas Bobot 37 Kg

Diet Experience

Sempat Mag Kronis, Erik Perbaiki Pola Diet dan Sukses Pangkas Bobot 37 Kg

- detikHealth
Kamis, 27 Mar 2014 11:44 WIB
Sempat Mag Kronis, Erik Perbaiki Pola Diet dan Sukses Pangkas Bobot 37 Kg
erik (before)
Jakarta - Diet yang tidak diterapkan dengan tepat bukan tidak mungkin bisa menimbulkan kondisi yang tak menguntungkan bagi tubuh, seperti yang dialami oleh Erik Zevanya Nanlohy (34). Sempat mengalami mag kronis karena salah diet, Erik berusaha memperbaiki pola dietnya dan berhasil menurunkan bobot 37 kg.

Kepada detikHealth, pria dengan tinggi badan 172 cm ini menceritakan pengalaman unik dietnya, seperti ditulis pada Kamis (27/3/2014):

Saya mencoba diet sejak lama tapi selalu gagal. Setelah berhasil turun sedikit, lama-lama pasti naik lagi. Kemudian sekitar awal tahun 2011 saya pun membulatkan tekad untuk menurunkan berat badan.

Saya mempunyai prinsip bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bagian dari ibadah. Jika saya terus-menerus tidak berusaha hidup lebih sehat, sama saja saya menyia-nyiakan hidup yang sudah dipercayakan oleh Tuhan kepada saya. Saya harus bertanggung jawab penuh atas tubuh ini.

Kemudian saya memulai diet dengan cara hanya makan pagi dan siang saja, sekaligus dengan mengurangi porsi. Beberapa bulan kemudian saya mulai lebih intens hanya makan siang saja, sementara pagi hanya makan lauk sekadarnya seperti tahu atau tempe.

Beberapa bulan setelahnya, saya mulai menghilangkan menu nasi dari makanan saya, sementara tetap hanya makan siang saja dalam sehari. Pada waktu itu, saya tetap mengonsumsi camilan di sore dan malam, tapi yang tidak mengandung kalori berat dan jumlahnya sekadar melepas selera saja.

Pada tahun 2012 awal, saya mulai mengidap mag berat tapi tidak kronis. Saat itu saya tetap makan pagi dan sore dengan lauk saja seperti tempe, tahu, ikan, dan ayam. Pada akhir 2012, saya meningkatkan diet saya dengan tidak makan pagi, siang, maupun malam, tetapi tetap mengonsumsi camilan sehat seperti buah dan kacang rebus, atau makan sedikit lauk seperti tempe, tahu, atau sayur.

Masalahnya, diet ini menyebabkan mag kronis pada perut saya, sehingga pada akhir 2013 saya mengidap mag kronis yang menyebabkan saya harus merombak pola diet saya. Sejak awal 2014, saya sarapan dan makan siang dengan oatmeal, sayur, gado-gado, atau makanan lain yang tidak banyak berlemak banyak. Andai saya makan daging dan minyak pun, saya kurangi porsinya. Untuk malam hari saya hanya makan camilan rendah kalori.

Memang perlu waktu lama untuk turun total sekitar 37 kg, yaitu hampir 3 tahun. Tapi meskipun penurunan berat badan saya agak lamban, tapi saya tetap menjalankan diet karena perjuangan saya masih panjang. Target saya masih harus menurunkan sekitar 20 kg lagi dan saya akan terus berupaya hidup sehat menjaga pola makan saya.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads