Sempat Pingsan karena Kegemukan, Sofie Pangkas Bobot 12 Kg

Diet Experience

Sempat Pingsan karena Kegemukan, Sofie Pangkas Bobot 12 Kg

- detikHealth
Jumat, 28 Mar 2014 09:12 WIB
Sempat Pingsan karena Kegemukan, Sofie Pangkas Bobot 12 Kg
Sofia (before)
??Samarinda - Beberapa informasi pernah menyebutkan bahwa tubuh yang gemuk tak selalu berarti sehat, karena justru lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Nah, dengan tinggi badan 169 cm dan bobot 93 kg, Siti Sofia Triananda (27) merasa kegemukan dan memutuskan untuk berdiet secara sehat.

Tak mudah bagi Siti untuk menurunkan berat badan, namun ia berhasil memangkas bobotnya dari 93 kg menjadi 81 kg. Apa rahasianya? Kepada detikHealth, wanita kelahiran 3 November 1986 ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 7 bulan tersebut, seperti ditulis pada Jumat (28/3/2014):

Saya memang keturunan dari keluarga yang bertulang besar dan padat. Sampai saat ini saya terus berpikir bahwa sekurus apapun saya pasti akan tetap terlihat lebih besar. Nah, karena teman-teman saya kebanyakan memiliki tubuh yang mungil, saya terlihat yang paling bongsor. Hal tersebut kadang membuat saya jadi minder ketika jalan bersama mereka, terlebih lagi pada dasarnya saya memang orang yang pemalu.

Dengan berat badan mencapai 90 kg dan tinggi badan hanya sekitar 169 cm, saya merasa gemuk. Pada awal tahun 2012, karena berat badan berlebih, pekerjaan mengharuskan saya untuk duduk hampir seharian di depan komputer, dan malas berolahraga, membuat saya jatuh sakit hingga masuk rumah sakit selama seminggu.

Belakangan diketahui bahwa saya terkena emboli paru yang disebabkan karena DVT (deep vein thrombosis -red-). Kurangnya kegiatan membuat terjadinya pengumpulan darah di dalam vena saya, tepatnya di kaki kiri. Darah yang menggumpal tersebut tersangkut di dalam paru sehingga menghambat napas dan membuat saya pingsan.

Latar belakang tersebutlah yang membuat saya berniat untuk menurunkan berat badan. Diet yang saya lakukan sangat sederhana dan menyenangkan bagi saya. Saya minum banyak air putih seperti biasanya hingga 4 liter dalam sehari. Saya selalu sarapan dengan 2 butir telur kukus. Ketika makan, saya selalu makan sayur dan lauk terlebih dahulu sebelum nasi. Setelah makan besar saya selalu menyeduh 2 kantong celup teh hijau dan minum 1 cangkir teh tersebut.

Setiap sore saya menonton televisi sambil berolahraga dengan sepeda statis selama 30 menit. Mengenai pola makan, intinya saya bisa makan semua makanan kesukaan saya, karena setelah itu saya selalu minum teh hijau. Hasilnya selama 7 bulan bobot tubuh saya turun sebanyak 12 kg. Berat badan saya yang sebelumnya 93 kg, sekarang menjadi 81 kg.

(ajg/vit)

Berita Terkait