Kepada detikHealth, pria dengan tinggi badan 176 cm dan bertempat tinggal di Medan, Sumatera Utara, ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 6 bulan tersebut, seperti ditulis pada Sabtu (29/3/2014):
Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa saya ingin melakukan diet. Pertama, perut saya yang buncit ini sering sekali menjadi bahan ejekan teman-teman saya, sering kali mereka meledek bahwa saya sedang hamil.
Kegemukan juga membuat saya merasa cepat letih ketika menaiki tangga. Tidur pun jadi mendengkur. Jika saya mencari pakaian, tidak mudah mencari ukuran yang pas dengan tubuh saya karena ukuran baju dan celana saya cukup besar.
Karena beberapa alasan tersebut saya melakukan diet untuk menurunkan bobot tubuh. Setiap bangun tidur saya selalu minum 500 ml air putih. Sekitar pukul setengah 7 pagi saya minum jus tomat tanpa gula, kemudian pada pukul 9 pagi saya sarapan sepotong roti dan 1 butir telur rebus ditambah dengan 500 ml air putih.
Makan besar saya lakukan pada siang dan sore hari, dengan menu nasi putih secukupnya ditambah dengan sayuran hijau dan daging ikan atau ayam. Malam harinya saya mengonsumsi jus tomat atau wortel. Saya sama sekali tidak mengonsumsi makanan yang mengandung santan dan minyak. Saya juga mengurangi konsumsi garam dan juga gula.
Diet ini saya imbangi dengan olahraga joging selama 20-25 menit pada pagi dan sore hari. Setiap hari saya usahakan untuk minum 7 liter air putih. Selama saya menjalankan diet ini saya tidak minum kopi sama sekali, sebagai gantinya saya minum teh hijau tanpa gula.
Saya bersyukur setelah kurang lebih 6 bulan menjalankan diet ini, bobot tubuh saya turun sebanyak 20 kg. Semula bobot tubuh saya 94 kg, sekarang menjadi 74 kg. Saya tetap menjalankan metode diet tersebut untuk menjaga kondisi tubuh dan agar berat badan saya tetap stabil.
(ajg/vit)











































