Minggu, 30 Mar 2014 14:04 WIB

Diet Experience

Teh Daun Jati Cina dan Lompat Tali, Kunci Helmi Pangkas Bobot 48 Kg

feed
Dikirim Oleh
Before Before Before After
Jakarta - Masuk perguruan tinggi merupakan salah satu momen tepat untuk memulai hal baru, salah satunya terkait penampilan seperti yang dilakukan oleh Helmi Fauzan (21). Dengan tinggi badan 172 cm dan bobot 130 kg, ia berusaha untuk menurunkan berat badannya.

Kepada detikHealth, pria kelahiran 15 September 1992 ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 6 bulan tersebut, seperti ditulis pada Minggu (30/3/2014):

Awal mula saya melakukan diet adalah ketika saya baru lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebelum masuk ke perguruan tinggi masih ada waktu libur, sehingga saya pun memanfaatkan waktu tersebut untuk diet. Awalnya saya mencoba mencari informasi mengenai diet di internet. Diet saya pun dimulai dengan minum obat atau jamu tradisional, yaitu teh daun jati cina.

Pertama kali saya minum teh tersebut saya menjadi sering buang air besar. Feses yang keluar dari tubuh saya juga keluar dengan lemak yang ada di dalam tubuh saya. Saya minum teh tersebut 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari.

Saya makan berat pada pagi hari dengan menu nasi merah, sayur tumis, dengan lauk daging ayam tanpa tulang dan kulit. Kemudian pada pukul 3 sore saya hanya mengonsumsi buah apel dan pepaya.

Saya juga olahraga pada pagi hari selama 30 menit, lompat tali sebanyak 200 kali, dan sit-up sebanyak 200-250 kali. Perubahan signifikan pun sudah mulai saya rasakan. Dalam waktu 1 bulan, berat badan saya turun sebanyak 10 kg. Setelah 3 bulan penurunan berat badan saya pun mencapai 30 kg.

Ketika memasuki perguruan tinggi, saya berhenti mengonsumsi teh daun jati cina. Sebab akan sangat merepotkan kalau saya harus sering buang air besar saat saya sedang kuliah.

Karena saya masih merasa kurang dengan penurunan berat badan tersebut, akhirnya saya tetap melanjutkan diet dengan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat dan tetap rutin melakukan olahraga. Dalam waktu 3 bulan berikutnya, saya bisa menurunkan hampir 20 kg bobot tubuh saya.



(ajg/vta)