Kepada detikHealth, wanita yang kini bobotnya stabil di angka 60 kg ini menceritakan pengalaman dietnya, seperti ditulis pada Selasa (1/4/2014):
Ukuran kaki saya memang terbilang kecil, yaitu 36. Nah, karena tubuh saya tambun, saya cukup sulit untuk berdiri dalam waktu lama. Hal ini terus berlangsung sampai akhirnya seorang teman melihat ada bekas merah seperti pecah pembuluh darah.
Teman saya menjelaskan bahwa hal tersebut mungkin terjadi karena ukuran kaki saya kecil sementara tubuh saya gemuk. Dikatakan bahwa kondisi tersebut bisa menyebar dan berbahaya, saya pun memutuskan untuk mencoba berdiet.
Awalnya saya menggunakan cara mudah, misalnya seperti mengonsumsi pil diet, teh, dan lain-lain. Tapi itu malah menyiksa karena saya harus bolak-balik ke toilet saat kerja.
Saya kemudian berkonsultasi dengan teman yang saat itu bisa menjadi langsing karena berdiet. Dia menyarankan saya untuk banyak mengonsumsi buah-buahan dan menjauhi junk food. Atas dasar memang saya doyan ngemil, saya mencoba untuk mengubah camilan menjadi buah-buahan yang tak harus mengupas seperti anggur, pisang, dan apel. Saya juga mulai berhenti mengonsumsi junk food dan lari pagi setiap akhir pekan bersama teman-teman.
Memang cukup sulit karena godaan camilan itu terkadang menggiurkan. Semangat dan kesadaran pada kesehatan membuat saya tetap semangat. Sampai akhirnya di pekan ketiga baru tampak hasil pergerakan angka pada timbangan. Puas dengan hasil tersebut, akhirnya saya melanjutkan proses tersebut sampai bobot saya turun menjadi 60 kg. Jadi memang harus disertai dengan niat.
(ajg/vit)











































