Kepada detikHealth, remaja kelahiran 20 Juli 1995 ini menceritakan pengalaman berdietnya yang dilakukan selama 6 bulan tersebut, seperti ditulis pada Kamis (3/4/2014):
Saya mengawali diet karena saya tidak percaya diri, padahal awalnya saya tak terlalu memikirkan bentuk tubuh. Sebelumnya pola makan yang sangat berlebihan memang membuat saya kegemukan dan berat badan sulit terkendali.
Namun semuanya berubah saat teman-teman dan keluarga risih dengan kegemukan saya, akibatnya saya juga merasa tersisih dari mereka. Sejak saat itu saya mantapkan niat untuk diet dengan menggabungkan dua jenis diet yaitu diet OCD dan diet golongan darah.
Saya memiliki golongan darah B yang disebutkan pantang mengonsumsi daging ayam selama diet. Saya mengambil jam makan sehari sekali dan mengganti nasi dengan kentang rebus. Saya juga menghindari lauk gorengan yang banyak minyaknya. Sebaliknya, saya memperbanyak makan lauk tahu dan telur rebus, serta sayur-sayuran segar maupun rebus.
Selain mengatur pola makan, saya juga rutin olahraga. Olahraga yang saya lakukan adalah bersepeda saat berangkat sekolah setiap hari. Pada sore harinya saya biasa melakukan skipping atau lompat tali dan aerobik.
Diet ini saya jalani selama 6 bulan dan mampu memangkas berat badan saya yang semula 105 kg menjadi 64 kg dalam beberapa tahap waktu.
(ajg/vit)











































