Kepada detikHealth, wanita kelahiran 30 April 1992 ini menceritakan pengalamannya tersebut, seperti ditulis pada Selasa (8/4/2014):
Hobi makan dan menyantap camilan yang terlalu sering membuat saya lupa akan berat badan saya yang semakin bertambah. Pada waktu itu saya tidak peduli dengan bentuk tubuh saya yang semakin gemuk, yang saya tahu hanya makan dan ngemil saja. Sampai pada akhirnya teman-teman saya memberikan kritik dan komentar mengenai badan saya yang semakin hari semakin gemuk.
Saya kemudian baru menyadari bahwa badan saya bertambah gemuk setelah saya berkaca di cermin. Saya pun kaget saat menimbang, berat saya yang semula 54 kg naik hingga 67 kg. Mulai dari itu saya berniat untuk mengurangi berat badan saya.
Awalnya saya mencoba diet dengan mengurangi porsi makan, namun ternyata cara tersebut tidak berhasil pada saya. Akhirnya saya mencoba diet dengan program yang saya atur sendiri.
Saat baru bangun tidur, saya hanya minum segelas susu saja. Pada siang hari saya hanya minum jus alpukat yang cukup membuat saya kenyang. Kemudian pada sore harinya saya mengonsumsi nasi serta lauk pauk. Saya bisa makan apa saja asal tidak melebihi pukul 4 sore. Untuk malam hari, saya hanya mengonsumsi jus buah saja. Jika saya merasa lapar di luar jam makan, maka saya akan memperbanyak konsumsi air putih.
Metode tersebut rutin saya jalan selama kurang lebih 5 pekan. Hasilnya, berat badan saya turun sebanyak 9 kg, yang tadinya 67 kg sekarang menjadi 58 kg. Ukuran baju saya yang sebelumnya XL pun sekarang menjadi L.
Sampai sekarang saya masih melakukan diet tersebut untuk mencapai berat badan yang saya inginkan. Cara ini sebenarnya mudah, yang penting ada niat yang kuat untuk menurunkan berat badan. Semoga berhasil.
(ajg/vta)











































