Kepada detikHealth, remaja yang bertempat tinggal di Yogyakarta ini menceritakan pengalaman diet yang membuat bobotnya berhasil turun dari 104 kg menjadi 68 kg tersebut, seperti ditulis pada Selasa (8/4/2014):
Pada awalnya saya tidak khawatir dengan berat badan saya yang berlebih saat SMA. Tetapi tanpa saya sadari, berat badan saya semakin bertambah. Dalam sehari saya bisa makan 4 kali dengan porsi yang banyak. Saya selalu makan makanan yang memiliki kadar lemak yang tinggi karena rasanya yang enak.
Masa SMA adalah masa di mana orang-orang memiliki suka terhadap lawan jenis. Saya pun selalu berusaha menarik perhatian lawan jenis di sekolah, tetapi tidak ada satu pun yang memerhatikan saya. Saya kemudian curhat dengan orang tua saya mengenai masalah tersebut, orang tua saya mengatakan karena badan saya yang sudah terlalu gemuk.
Semenjak itu saya berpikir dengan keras bagaimana saya bisa menurunkan berat badan saya dengan cepat. Saya pun mencoba mengatur pola makan mulai dari yang sederhana dulu, yaitu tidak makan pada malam hari. Awalnya memang menyiksa karena banyak sekali godaannya, tetapi akhirnya saya menjadi terbiasa untuk tidak makan malam.
Perlahan saya juga mulai mengurangi porsi makan saya. Sehari saya makan 2 kali pada pagi dan siang menjelang sore dengan 6 sendok makan nasi dan lauk pauk yang cukup. Saat makan saya akan mengunyah dengan sangat perlahan agar makanan menjadi sangat halus sehingga tidak menumpuk di lambung.
Saya sangat menghindari minuman bersoda, mengandung pemanis buatan, dan dingin. Selama 8 bulan menjalankan diet ini, bisa dikatakan saya sama sekali tidak melakukan kegiatan olahraga karena jadwal sekolah saya yang sangat padat.
Perubahan bentuk tubuh pun saya rasakan secara bertahap, pertama-tama adalah tangan saya yang menjadi lebih kecil, lalu leher, muka, badan, dan perubahan terakhir adalah kaki saya.
(ajg/up)











































