Dalam waktu 4 bulan, bobot Reza yang tadinya 84 kg berhasil turun menjadi 70 kg. Nah, ingin berbagi kisahnya kepada detikHealth, Reza pun menceritakan pengalamannya berdiet, seperti ditulis pada Jumat (11/4/2014):
Waktu SMA, badan saya sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Alasannya mungkin karena saya sering makan 5 kali dalam sehari dengan porsi tak terkontrol. Tamat SMA dan belum kuliah atau bekerja, berat badan saya semakin tidak terkontrol.
Sampai pada suatu hari saya bertemu dengan seseorang yang mengira saya adalah seorang bapak-bapak. Seketika itu juga saya tersadar harus menurunkan berat badan dan berniat melakukan diet. Metode yang saya gunakan kali pertama adalah dengan mengurangi makan dan joging setiap sore. Kemudian pada pagi hari saya membiasakan hanya makan roti gandum dan minum air putih.
Di siang harinya, saya hanya makan sedikit nasi dengan lauk pauk yang tidak mengandung minyak atau santan. Sementara pada malam harinya saya hanya makan buah. Tak lupa, setiap sore hari saya selalu joging yang kemudian dilanjutkan dengan sit-up, push-up dan skipping.
Rutin menjalani semua aktivitas dan pola ini, dalam waktu 2,5 bulan berat badan saya turun dari 84 kg menjadi 75 kg. Perubahan ini membuat saya semakin terpacu untuk meneruskan pola hidup sehat tersebut.
Memasuki bulan ke-4 berat badan saya turun lagi menjadi 70 kg. Meskipun sudah turun lagi, tapi saya sampai saat ini masih terus menerapkan pola tersebut agar mencapai berat badan target saya, yaitu di angka 65 kg.
Yang pasti, dengan berat badan yang sekarang saya lebih percaya diri. Jika dulu sering dikira sebagai bapak-bapak, sekarang banyak yang memanggil saya dengan panggilan 'mas' atau 'bang', kadang ada juga yang memanggil saya 'adik'.
Di samping menambah kepercayaan diri, penurunan berat badan juga baik bagi kesehatan. Semoga pengalaman ini dapat menambah motivasi semua orang untuk berdiet. Sekian dan terima kasih.
(ajg/vit)











































