Kepada detikHealth, pemuda dengan tinggi badan 177 cm dan bobot sebelum berdiet 85 kg ini menceritakan pengalamannya sukses menurunkan bobotnya menjadi 64 kg, seperti ditulis pada Selasa (15/4/2014):
Saat kali pertama memutuskan berdiet karena waktu itu saya berpikir kenapa saya bisa gemuk sedangkan di keluarga saya tidak ada keturunan obesitas. Seiring berkembangnya ilmu, saya pun sering browsing internet untuk mencari tahu penyebab kegemukan.
Salah satu informasi yang saya temukan adalah banyaknya makanan yang masuk ke tubuh saya, sehingga tidak seimbang dengan pembakaran yang terjadi. Makanan yang saya makan pun sepertinya tidak sepenuhnya diserap menjadi energi, melainkan menjadi lemak.
Setelah kemudian memutuskan untuk berdiet, saya memulainya dengan mengurangi makan malam sebanyak 90 persen. Sebelumnya saya sering makan malam banyak dan bahkan tambah porsi. Tak jarang juga saya makan di atas pukul 10 malam, padahal kebiasaan itu dapat menyebabkan kegemukan.
Saya juga jadi jarang sarapan pagi dan makan siang walaupun orang tua dan kakak saya sudah melarang kebiasaan tersebut. Saya akui membiasakan hal tersebut sangat sulit, tapi saya bertekad untuk melanjutkannya.
Selain mengatur pola makan tersebut, saya juga rutin melakukan aktivitas fisik. Olahraga yang saya lakukan di antaranya sit-up 500 kali per hari atau 100 kali per sesi, kemudian melakukan latihan treadmill. Saya juga tidur rebahan, kemudian mengangkat kaki ke atas dan menurunkannya secara perlahan sebanyak 20 kali per hari.
Itulah tips diet yang saya lakukan, puji Tuhan saya tidak merasakan sakit, bahkan saya tidak terkena mag. Namun kini orang tua dan kakak sering menyuruh saya untuk berhenti diet dan kembali gemuk seperti sebelumnya.
(ajg/vta)











































