Kepada detikHealth, wanita yang bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini menceritakan pengalaman diet yang dijalaninya selama 1,5 bulan tersebut, seperti ditulis pada Jumat (18/4/2014):
Sejak menikah, bobot tubuh saya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bobot tubuh saya naik hingga 60 kg. Akhirnya 1,5 bulan yang lalu saya bertekad untuk melakukan diet dengan cara yang ekstrem. Saya katakan ekstrem karena saya mengubah pola makan yang biasa saya lakukan secara drastis.
Saya tidak mengonsumsi nasi sama sekali. Saya juga sangat menghindari makanan yang diolah dengan cara digoreng. Saya hanya makan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus seperti ayam kukus, sayur rebus, dan telur rebus. Pada malam hari, saya hanya mengonsumsi buah-buahan atau roti gandum sebelum pukul 6 sore. Setiap pagi dan malam saya tidak lupa rutin minum teh hijau.
Setiap harinya saya selalu berolahraga minimal selama 30 menit. Olahraga yang saya lakukan antara lain lari di tempat, sit-up, dan squat jump untuk mengecilkan paha dan bokong saya. Untuk mengimbanginya saya tidak lupa untuk minum 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang bobot tubuh saya sudah turun 6 kg. Banyak teman-teman saya yang meniru diet saya ini. Saya masih berusaha untuk menurunkan bobot tubuh saya 4 kg lagi. Maka dari itu saya masih melakukan diet ini sampai sekarang. Selain lemak saya yang sudah berkurang, diet ini juga membuat kulit saya menjadi lebih sehat.
(ajg/up)











































