Bagaimana tidak kegemukan, dengan tinggi badan 150 cm, bobot Yenny saat itu mencapai 63 kg. Tak ingin berlama-lama merasakan nyeri dan kondisinya semakin parah, Yenny pun memutuskan untuk berdiet. Seperti apa pengalamannya? Berikut penuturan Yenny kepada detikHealth, seperti ditulis pada Minggu (20/4/2014):
Awalnya saya tidak peduli akan berat badan saya yang semakin meningkat, walaupun semua teman, kerabat dan saudara yang bertemu dengan saya merasa kaget sekaligus tidak percaya melihat keadaan saya saat itu. Kenaikan berat badan saya memang sangat drastis terlebih lagi setelah menikah.
Kemudian saya mulai merasa sakit di persendian kaki dan tangan saya setiap pagi dan malam. Semakin hari rasa sakitnya semakin meningkat, sehingga memaksa saya untuk memeriksakan diri ke dokter. Oleh dokter saya dinyatakan punya asam urat di atas kadar normal bagi seorang perempuan. Dokterpun memberi obat asam urat serta menyarankan saya untuk menurunkan berat badan yang ternyata sudah memasuki kategori berat badan berlebih.
Ya, dengan tinggi kurang lebih 150 cm, berat badan saya mencapai 63 kg. Akhirnya semenjak itu, saya mulai berkilas balik pada apa yang menyebabkan kenaikan berat badan saya, yang termasuk membuat saya terkena asam urat. Saya mulai mencari berbagai artikel yang berkaitan dengan diet penurunan berat badan.
Saya melakukan berbagai macam diet selama 10 bulan hingga akhirnya bobot saya turun sampai 15 kg. Adapun diet yang saya kombinasikan antara lain diet rendah karbohidrat dan tinggi protein, food combining, diet dengan konsumsi produk susu nutrisi secara bergantian.
Salah satu contoh menu harian saya adalah memulai hari dengan sarapan roti gandum dan selai kacang dan segelas susu rendah lemak, siang hari saya suka memilih menu ikan atau daging bakar dengan sayur bening, sementara pada malam hari saya biasanya memilih makan buah saja seperti pepaya.
Di samping itu saya juga mengonsumsi camilan sehat seperti buah-buahan pada sela jam makan besar. Hal yang paling utama saya hindari sampai sekarang selama menjalankan diet tersebut adalah minuman bergula, minuman instan, permen, aneka produk karbohidrat sederhana, kue atau biskuit manis, serta minuman bersoda. Saya juga memperbanyak konsumsi sayuran, buah, air putih, minum kopi pahit, teh hijau atau teh hitam setiap hari.
Tak hanya mengubah pola makan, saya juga melakukan olahraga ringan seperti joging dan skipping di tempat selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Aktivitas lain seperti wall-push-up dan jalan kaki juga saya lakukan minimal 1 jam dalam seminggu.
Walaupun saya sudah mencapai berat badan yang ideal sesuai indeks massa tubuh (IMT) saya, namun pola hidup sehat dan olahraga tetap saya jalankan sampai sekarang untuk mengurangi penyakit asam urat saya sebelumnya dan penyakit-penyakit berisiko lainnya.











































