Kepada detikHealth, Sri yang memiliki tinggi badan 153 cm dan bobot sebelum berdiet 69 kg ini menceritakan pengalamannya dalam menurunkan berat badan, seperti ditulis pada Rabu (23/4/2014):
Banyak orang yang mengatakan saya gemuk dan berbadan pendek saat kuliah dan bekerja. Tidak sedikit pula orang yang berpikir bahwa orang berbadan gemuk itu malas dan suka makan banyak.
Berbagai cara sudah saya lakukan untuk menurunkan berat badan. Mulai dari mengurangi porsi makan, olahraga lari setiap pagi dan sore, bahkan saya juga mencoba beberapa obat pelangsing yang dijual di pasaran.
Tetapi semua usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pekerjaan saya sebagai seorang trainer di pabrik sering membuat saya lelah karena harus berdiri seharian, ditambah lagi kantor saya berada di lantai 3.
Seminggu setelah menikah saya merasakan sakit di bagian perut bawah sebelah kiri. Dokter pun kemudian mengatakan bahwa saya terkena usus buntu. Meskipun demikian, saya harus menunggu tiga bulan sebelum operasi karena terdapat beberapa luka pada lambung saya.
Dokter tidak memperbolehkan saya untuk makan makanan yang keras, mengandung santan, dan pedas selama 3 bulan. Akhirnya selama 3 bulan saya hanya mengonsumsi bubur, sayur, buah dan air putih.
Setelah satu bulan menjalankan anjuran dokter tersebut saya merasa tubuh saya menjadi ringan dan berat badan saya juga mulai mengalami penurunan. Dua bulan pertama bobot tubuh saya turun sebanyak 12 kg.
Setelah operasi, saya masih menjalankan anjuran dokter tersebut. Setelah merasa pasca operasi, saya rajin melakukan kegiatan olahraga dan sudah mulai makan makanan berat dengan porsi sedang. Sekarang saya sudah terbiasa menjalani pola makan yang sebelumnya terpaksa saya jalani tersebut karena operasi. Bobot tubuh saya pun stabil pada angka 49-51 kg. Kini saya merasa hidup saya lebih baik dan sehat.
(ajg/vit)










































