Ragam Diet Pilihan Bulan Ini: Diet OCD Hingga Minum Teh Hijau

Ragam Diet Pilihan Bulan Ini: Diet OCD Hingga Minum Teh Hijau

- detikHealth
Kamis, 08 Mei 2014 09:02 WIB
Ragam Diet Pilihan Bulan Ini: Diet OCD Hingga Minum Teh Hijau
(dok: detikHealth)
Jakarta - Tak hanya sekadar mengikuti tren masa kini, banyak orang mulai sadar bahwa berdiet atau mengatur pola makan sebaik mungkin juga memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebagian juga merasa penurunan berat badan yang didapat merupakan 'bonus' tambahan.

Nah, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan terkait nutrisi, diet pun makin beragam dan unik. Berikut 5 orang dengan kisah diet terpilih di bulan April, seperti dirangkum detikHealth pada Kamis (8/5/2014):

(dok: detikHealth)

1. Iqbal Aulia

Keinginan Iqbal Aulia untuk berdiet diawali dengan rasa malu yang timbul karena di usianya yang masih 18 tahun bobotnya sudah mencapai 133 kg. Tak instan, tubuh gemuknya ini memang sudah ia miliki sejak kecil. Bahkan saat masih kelas 6 SD pun bobotnya sudah mencapai 82 kg.

Namun karena masih kecil, ia belum menyadari pentingnya memiliki tubuh proporsional. Baru kemudian ketika ia duduk di bangku kelas 2 SMA, ia mulai mengeluhkan sulitnya naik angkutan umum ke sekolah dengan tubuh gemuknya tersebut. Bagaimana tidak, dengan bobot 133 kg ia sering menjadi tontonan orang-orang. Kadang sopir angkutan umum juga tidak mau menerimanya.

Akhirnya Iqbal pun membulatkan tekad untuk berdiet. Ia sempat mencoba berbagai macam cara, mulai dari berolahraga, makan 5 kali sehari, sampai mengonsumsi obat pelangsing. Tapi semuanya tidak berhasil. Beruntung kemudian tetangganya memberikan buku tentang Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Meskipun sempat ragu, ia mencobanya.

"Di bulan pertama, saya cukup terbebani karena saya hanya boleh makan selama 4 jam. Tidak dipungkiri pekan pertama OCD saya gagal karena nafsu makan saya yang besar. Perlahan di pekan kedua saya mulai enjoy. Saya melakukan diet ini disertai dengan fitnes ke gym dan lari pagi. Saya juga tidak lupa minum air putih sedikitnya 2 botol yang masing-masing berisi 1500 ml," papar Iqbal.

Setelah 6 bulan konsisten menerapkan OCD, berat badan Iqbal turun 35 kg menjadi 98 kg. Kisah diet Iqbal menjadi perhatian pembaca detikHealth. Berkat komitmennya menerapkan diet hingga akhirnya bisa hidup lebih sehat dan mendapatkan bobot lebih ideal, Iqbal mendapatkan bonus berupa uang Rp 500 ribu. Ya, Iqbal terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience untuk bulan April 2014. Selamat!

1. Iqbal Aulia

Keinginan Iqbal Aulia untuk berdiet diawali dengan rasa malu yang timbul karena di usianya yang masih 18 tahun bobotnya sudah mencapai 133 kg. Tak instan, tubuh gemuknya ini memang sudah ia miliki sejak kecil. Bahkan saat masih kelas 6 SD pun bobotnya sudah mencapai 82 kg.

Namun karena masih kecil, ia belum menyadari pentingnya memiliki tubuh proporsional. Baru kemudian ketika ia duduk di bangku kelas 2 SMA, ia mulai mengeluhkan sulitnya naik angkutan umum ke sekolah dengan tubuh gemuknya tersebut. Bagaimana tidak, dengan bobot 133 kg ia sering menjadi tontonan orang-orang. Kadang sopir angkutan umum juga tidak mau menerimanya.

Akhirnya Iqbal pun membulatkan tekad untuk berdiet. Ia sempat mencoba berbagai macam cara, mulai dari berolahraga, makan 5 kali sehari, sampai mengonsumsi obat pelangsing. Tapi semuanya tidak berhasil. Beruntung kemudian tetangganya memberikan buku tentang Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Meskipun sempat ragu, ia mencobanya.

"Di bulan pertama, saya cukup terbebani karena saya hanya boleh makan selama 4 jam. Tidak dipungkiri pekan pertama OCD saya gagal karena nafsu makan saya yang besar. Perlahan di pekan kedua saya mulai enjoy. Saya melakukan diet ini disertai dengan fitnes ke gym dan lari pagi. Saya juga tidak lupa minum air putih sedikitnya 2 botol yang masing-masing berisi 1500 ml," papar Iqbal.

Setelah 6 bulan konsisten menerapkan OCD, berat badan Iqbal turun 35 kg menjadi 98 kg. Kisah diet Iqbal menjadi perhatian pembaca detikHealth. Berkat komitmennya menerapkan diet hingga akhirnya bisa hidup lebih sehat dan mendapatkan bobot lebih ideal, Iqbal mendapatkan bonus berupa uang Rp 500 ribu. Ya, Iqbal terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience untuk bulan April 2014. Selamat!

2. Iwan Andriansyah

Apa yang dialami oleh Iwan Andriansyah (35) mungkin dialami juga oleh banyak ayah dengan anak perempuan lainnya. Iwan memiliki tubuh tambun dengan bobot 120 kg ini tak pernah bisa mengantar putrinya yang masih berusia 5 tahun, Fauziyah Kamil, ke sekolah karena alasan malu.

"Pada waktu itu anak saya mengatakan bahwa ia tidak mau diantarkan ke sekolah oleh saya karena malu jika teman-temannya melihat saya yang berbadan gemuk. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya saya seperti terkena petir di siang bolong. Terlebih lagi peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah istri saya meninggal. Hal tersebut kemudian saya jadikan motivasi untuk menurunkan berat bada," ungkap Iwan.

Ia lantas memulai program dietnya dengan menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis, ditunjang dengan mengatur pola makan. Ia juga mengurangi asupan karbohidrat, terutama pada malam hari. Pada malam hari Iwan mengaku hanya mengonsumsi buah pisang atau makanan yang direbus seperti ubi, singkong, dan kentang.

Berkat pola makan tersebut, bobot tubuh Iwan turun sebanyak 30 kg menjadi 90 kg. "Satu hal yang paling penting adalah anak saya tidak menolak lagi diantar ke sekolah. Ia malah merasa senang bila diantar ke sekolah oleh saya," ujarnya.

Ya, kisah Iwan berhasil menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat telah menginspirasi para ayah lainnya. Dengan begitu, Iwan juga terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience di detikHealth untuk bulan April 2014. Iwan berhak mendapatkan uang Rp 500 ribu. Selamat!

2. Iwan Andriansyah

Apa yang dialami oleh Iwan Andriansyah (35) mungkin dialami juga oleh banyak ayah dengan anak perempuan lainnya. Iwan memiliki tubuh tambun dengan bobot 120 kg ini tak pernah bisa mengantar putrinya yang masih berusia 5 tahun, Fauziyah Kamil, ke sekolah karena alasan malu.

"Pada waktu itu anak saya mengatakan bahwa ia tidak mau diantarkan ke sekolah oleh saya karena malu jika teman-temannya melihat saya yang berbadan gemuk. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya saya seperti terkena petir di siang bolong. Terlebih lagi peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah istri saya meninggal. Hal tersebut kemudian saya jadikan motivasi untuk menurunkan berat bada," ungkap Iwan.

Ia lantas memulai program dietnya dengan menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis, ditunjang dengan mengatur pola makan. Ia juga mengurangi asupan karbohidrat, terutama pada malam hari. Pada malam hari Iwan mengaku hanya mengonsumsi buah pisang atau makanan yang direbus seperti ubi, singkong, dan kentang.

Berkat pola makan tersebut, bobot tubuh Iwan turun sebanyak 30 kg menjadi 90 kg. "Satu hal yang paling penting adalah anak saya tidak menolak lagi diantar ke sekolah. Ia malah merasa senang bila diantar ke sekolah oleh saya," ujarnya.

Ya, kisah Iwan berhasil menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat telah menginspirasi para ayah lainnya. Dengan begitu, Iwan juga terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience di detikHealth untuk bulan April 2014. Iwan berhak mendapatkan uang Rp 500 ribu. Selamat!

3. Daniel Fernando Santoso

Sebelumnya bobot Daniel Fernando Santoso (18) adalah 101 kg, namun kini ia bisa lebih percaya diri dengan bobot barunya yang hanya 74 kg. Hasil yang signifikan ini ia dapatkan melalui komitmen yang tinggi dalam menerapkan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD).

Daniel memulai program diet ini dengan mengurangi porsi makan. Awalnya Daniel berpuasa selama 18 jam dan saat pertama kali melakukan hal tersebut ia mengaku merasa sangat tersiksa. Tetapi lambat laun ia bisa terbiasa dan pola makannya pun mulai teratur.

"Setiap hari Senin-Kamis saya berpuasa selama 20 jam dan untuk hari Sabtu-Minggu saya berpuasa selama 18 jam. Selama berbuka puasa saya bisa makan apa saja, asalkan tidak berlebihan dan hindari makanan berminyak. Saya juga memperbanyak konsumsi air putih untuk melancarkan pencernaan," tutur Daniel.

Selain OCD, pemuda ini juga rutin olahraga kardio seperti berlari, treadmill, berenang, dan RPM. Olahraga tersebut ia lakukan selama 3 hari sekali masing-masing selama 90 menit. Awalnya memang sulit karena ia merasa sangat mudah lelah. Tetapi ia jadi terbiasa dan badannya terasa bugar setiap hari.

Pola diet tersebut Daniel lakukan selama 6 bulan dan alhasil bobotnya sukses turun sebanyak 27 kg. Ukuran celananya yang semula 42 juga menyusut menjadi 32.

Daniel merupakan pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

3. Daniel Fernando Santoso

Sebelumnya bobot Daniel Fernando Santoso (18) adalah 101 kg, namun kini ia bisa lebih percaya diri dengan bobot barunya yang hanya 74 kg. Hasil yang signifikan ini ia dapatkan melalui komitmen yang tinggi dalam menerapkan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD).

Daniel memulai program diet ini dengan mengurangi porsi makan. Awalnya Daniel berpuasa selama 18 jam dan saat pertama kali melakukan hal tersebut ia mengaku merasa sangat tersiksa. Tetapi lambat laun ia bisa terbiasa dan pola makannya pun mulai teratur.

"Setiap hari Senin-Kamis saya berpuasa selama 20 jam dan untuk hari Sabtu-Minggu saya berpuasa selama 18 jam. Selama berbuka puasa saya bisa makan apa saja, asalkan tidak berlebihan dan hindari makanan berminyak. Saya juga memperbanyak konsumsi air putih untuk melancarkan pencernaan," tutur Daniel.

Selain OCD, pemuda ini juga rutin olahraga kardio seperti berlari, treadmill, berenang, dan RPM. Olahraga tersebut ia lakukan selama 3 hari sekali masing-masing selama 90 menit. Awalnya memang sulit karena ia merasa sangat mudah lelah. Tetapi ia jadi terbiasa dan badannya terasa bugar setiap hari.

Pola diet tersebut Daniel lakukan selama 6 bulan dan alhasil bobotnya sukses turun sebanyak 27 kg. Ukuran celananya yang semula 42 juga menyusut menjadi 32.

Daniel merupakan pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

4. Budi Setya Adhi

Di usia 44 tahun, Budi Setya Adhi harus kesulitan mencari pakaian yang pas dengan tubuhnya yang berbobot di atas rata-rata. Ia bahkan juga harus memermak bagian pinggang celananya setiap bulan agar bisa mengikuti bentuk tubuhnya yang semakin lebar. Lelah akan rutinitas tersebut, Budi memutuskan untuk berubah.

Kebetulan saat dirinya sedang berniat untuk membentuk tubuh lebih proporsional, ia melihat di televisi ada program OCD yang dibuat oleh Deddy Corbuzier. Budi pun mencoba mengikuti program tersebut dengan tidak melakukan sarapan dan melakukan gerak badan selama 20 menit sebelum mandi pagi dan sore. Selain itu, setiap hari Minggu ia melakukan jalan sehat sekitar satu jam.

Satu bulan setelah melakukan program tersebut, berat badan Budi turun 3 kg dan 2 bulan kemudian turun kembali 2,5 kg. Sebelum menjalankan diet tersebut, berat badannya 72 kg dengan lingkar pinggang 93 cm, tetapi setelah menjalankan program OCD berat badannya turun menjadi 61 kg dengan lingkar pinggang 79 cm.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap ideal, Budi sedikit mengubah pola makan dan olahraganya. Setiap pagi ia selalu sarapan 2 lembar roti gandum ditambah dengan sayuran dan segelas susu. Ia juga mengurangi asupan nasi saat makan.

"Saya juga melakukan gerak badan berupa jumping jack, wait sit, push-up, abdominal crunch, step up onto chair, squat, plank, side plunk, bicycle crunch, dan leg rises sebelum mandi pagi dan sore. Masing-masing gerakan saya lakukan selama 45 detik, dengan jeda 15 detik istirahat setiap gerakan," terang Budi.

Kisah yang menginspirasi banyak pembaca detikHealth ini membuat Budi menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

4. Budi Setya Adhi

Di usia 44 tahun, Budi Setya Adhi harus kesulitan mencari pakaian yang pas dengan tubuhnya yang berbobot di atas rata-rata. Ia bahkan juga harus memermak bagian pinggang celananya setiap bulan agar bisa mengikuti bentuk tubuhnya yang semakin lebar. Lelah akan rutinitas tersebut, Budi memutuskan untuk berubah.

Kebetulan saat dirinya sedang berniat untuk membentuk tubuh lebih proporsional, ia melihat di televisi ada program OCD yang dibuat oleh Deddy Corbuzier. Budi pun mencoba mengikuti program tersebut dengan tidak melakukan sarapan dan melakukan gerak badan selama 20 menit sebelum mandi pagi dan sore. Selain itu, setiap hari Minggu ia melakukan jalan sehat sekitar satu jam.

Satu bulan setelah melakukan program tersebut, berat badan Budi turun 3 kg dan 2 bulan kemudian turun kembali 2,5 kg. Sebelum menjalankan diet tersebut, berat badannya 72 kg dengan lingkar pinggang 93 cm, tetapi setelah menjalankan program OCD berat badannya turun menjadi 61 kg dengan lingkar pinggang 79 cm.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap ideal, Budi sedikit mengubah pola makan dan olahraganya. Setiap pagi ia selalu sarapan 2 lembar roti gandum ditambah dengan sayuran dan segelas susu. Ia juga mengurangi asupan nasi saat makan.

"Saya juga melakukan gerak badan berupa jumping jack, wait sit, push-up, abdominal crunch, step up onto chair, squat, plank, side plunk, bicycle crunch, dan leg rises sebelum mandi pagi dan sore. Masing-masing gerakan saya lakukan selama 45 detik, dengan jeda 15 detik istirahat setiap gerakan," terang Budi.

Kisah yang menginspirasi banyak pembaca detikHealth ini membuat Budi menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

5. Lionny

Lionny (34) melakukan cara yang tak rumit dalam membentuk tubuh yang lebih proporsional. Dalam kisahnya, wanita yang bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini hanya mengubah pola makannya sehari-hari dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 6 kg dalam 1,5 bulan.

Peningkatan berat badan yang cukup signifikan ini diakui Lionny terjadi setelah ia menikah. Ia kemudian memutuskan untuk mengganti pola makannya menjadi lebih teratur. Ia berhenti mengonsumsi nasi dan menghindari gorengan. Ia hanya makan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus seperti ayam kukus, sayur rebus, dan telur rebus.

Sementara pada malam hari, Lionny hanya mengonsumsi buah-buahan atau roti gandum sebelum pukul 6 sore. Kuncinya, setiap pagi dan malam ia tidak lupa rutin minum teh hijau.

"Setiap harinya saya juga selalu olahraga minimal selama 30 menit. Olahraga yang saya lakukan antara lain lari di tempat, sit-up, dan squat jump untuk mengecilkan paha dan bokong saya. Untuk mengimbanginya saya tidak lupa untuk minum 8 gelas air putih setiap hari," ungkap Lionny.

Menerapkan pola tersebut berhasil membuat bobotnya turun 6 kg, namun ia masih berusaha untuk menurunkan bobotnya sebanyak 4 kg lagi. Maka dari itu ia mengaku masih melakukan pola diet ini sampai sekarang. "Selain lemak saya yang sudah berkurang, diet ini juga membuat kulit saya menjadi lebih sehat," ujarnya.

Nah, kisah Lionny ini rupanya juga menginspirasi para pembaca detikHealth. Lionny menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

5. Lionny

Lionny (34) melakukan cara yang tak rumit dalam membentuk tubuh yang lebih proporsional. Dalam kisahnya, wanita yang bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini hanya mengubah pola makannya sehari-hari dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 6 kg dalam 1,5 bulan.

Peningkatan berat badan yang cukup signifikan ini diakui Lionny terjadi setelah ia menikah. Ia kemudian memutuskan untuk mengganti pola makannya menjadi lebih teratur. Ia berhenti mengonsumsi nasi dan menghindari gorengan. Ia hanya makan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus seperti ayam kukus, sayur rebus, dan telur rebus.

Sementara pada malam hari, Lionny hanya mengonsumsi buah-buahan atau roti gandum sebelum pukul 6 sore. Kuncinya, setiap pagi dan malam ia tidak lupa rutin minum teh hijau.

"Setiap harinya saya juga selalu olahraga minimal selama 30 menit. Olahraga yang saya lakukan antara lain lari di tempat, sit-up, dan squat jump untuk mengecilkan paha dan bokong saya. Untuk mengimbanginya saya tidak lupa untuk minum 8 gelas air putih setiap hari," ungkap Lionny.

Menerapkan pola tersebut berhasil membuat bobotnya turun 6 kg, namun ia masih berusaha untuk menurunkan bobotnya sebanyak 4 kg lagi. Maka dari itu ia mengaku masih melakukan pola diet ini sampai sekarang. "Selain lemak saya yang sudah berkurang, diet ini juga membuat kulit saya menjadi lebih sehat," ujarnya.

Nah, kisah Lionny ini rupanya juga menginspirasi para pembaca detikHealth. Lionny menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.
Halaman 2 dari 12
Keinginan Iqbal Aulia untuk berdiet diawali dengan rasa malu yang timbul karena di usianya yang masih 18 tahun bobotnya sudah mencapai 133 kg. Tak instan, tubuh gemuknya ini memang sudah ia miliki sejak kecil. Bahkan saat masih kelas 6 SD pun bobotnya sudah mencapai 82 kg.

Namun karena masih kecil, ia belum menyadari pentingnya memiliki tubuh proporsional. Baru kemudian ketika ia duduk di bangku kelas 2 SMA, ia mulai mengeluhkan sulitnya naik angkutan umum ke sekolah dengan tubuh gemuknya tersebut. Bagaimana tidak, dengan bobot 133 kg ia sering menjadi tontonan orang-orang. Kadang sopir angkutan umum juga tidak mau menerimanya.

Akhirnya Iqbal pun membulatkan tekad untuk berdiet. Ia sempat mencoba berbagai macam cara, mulai dari berolahraga, makan 5 kali sehari, sampai mengonsumsi obat pelangsing. Tapi semuanya tidak berhasil. Beruntung kemudian tetangganya memberikan buku tentang Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Meskipun sempat ragu, ia mencobanya.

"Di bulan pertama, saya cukup terbebani karena saya hanya boleh makan selama 4 jam. Tidak dipungkiri pekan pertama OCD saya gagal karena nafsu makan saya yang besar. Perlahan di pekan kedua saya mulai enjoy. Saya melakukan diet ini disertai dengan fitnes ke gym dan lari pagi. Saya juga tidak lupa minum air putih sedikitnya 2 botol yang masing-masing berisi 1500 ml," papar Iqbal.

Setelah 6 bulan konsisten menerapkan OCD, berat badan Iqbal turun 35 kg menjadi 98 kg. Kisah diet Iqbal menjadi perhatian pembaca detikHealth. Berkat komitmennya menerapkan diet hingga akhirnya bisa hidup lebih sehat dan mendapatkan bobot lebih ideal, Iqbal mendapatkan bonus berupa uang Rp 500 ribu. Ya, Iqbal terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience untuk bulan April 2014. Selamat!

Keinginan Iqbal Aulia untuk berdiet diawali dengan rasa malu yang timbul karena di usianya yang masih 18 tahun bobotnya sudah mencapai 133 kg. Tak instan, tubuh gemuknya ini memang sudah ia miliki sejak kecil. Bahkan saat masih kelas 6 SD pun bobotnya sudah mencapai 82 kg.

Namun karena masih kecil, ia belum menyadari pentingnya memiliki tubuh proporsional. Baru kemudian ketika ia duduk di bangku kelas 2 SMA, ia mulai mengeluhkan sulitnya naik angkutan umum ke sekolah dengan tubuh gemuknya tersebut. Bagaimana tidak, dengan bobot 133 kg ia sering menjadi tontonan orang-orang. Kadang sopir angkutan umum juga tidak mau menerimanya.

Akhirnya Iqbal pun membulatkan tekad untuk berdiet. Ia sempat mencoba berbagai macam cara, mulai dari berolahraga, makan 5 kali sehari, sampai mengonsumsi obat pelangsing. Tapi semuanya tidak berhasil. Beruntung kemudian tetangganya memberikan buku tentang Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Meskipun sempat ragu, ia mencobanya.

"Di bulan pertama, saya cukup terbebani karena saya hanya boleh makan selama 4 jam. Tidak dipungkiri pekan pertama OCD saya gagal karena nafsu makan saya yang besar. Perlahan di pekan kedua saya mulai enjoy. Saya melakukan diet ini disertai dengan fitnes ke gym dan lari pagi. Saya juga tidak lupa minum air putih sedikitnya 2 botol yang masing-masing berisi 1500 ml," papar Iqbal.

Setelah 6 bulan konsisten menerapkan OCD, berat badan Iqbal turun 35 kg menjadi 98 kg. Kisah diet Iqbal menjadi perhatian pembaca detikHealth. Berkat komitmennya menerapkan diet hingga akhirnya bisa hidup lebih sehat dan mendapatkan bobot lebih ideal, Iqbal mendapatkan bonus berupa uang Rp 500 ribu. Ya, Iqbal terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience untuk bulan April 2014. Selamat!

Apa yang dialami oleh Iwan Andriansyah (35) mungkin dialami juga oleh banyak ayah dengan anak perempuan lainnya. Iwan memiliki tubuh tambun dengan bobot 120 kg ini tak pernah bisa mengantar putrinya yang masih berusia 5 tahun, Fauziyah Kamil, ke sekolah karena alasan malu.

"Pada waktu itu anak saya mengatakan bahwa ia tidak mau diantarkan ke sekolah oleh saya karena malu jika teman-temannya melihat saya yang berbadan gemuk. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya saya seperti terkena petir di siang bolong. Terlebih lagi peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah istri saya meninggal. Hal tersebut kemudian saya jadikan motivasi untuk menurunkan berat bada," ungkap Iwan.

Ia lantas memulai program dietnya dengan menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis, ditunjang dengan mengatur pola makan. Ia juga mengurangi asupan karbohidrat, terutama pada malam hari. Pada malam hari Iwan mengaku hanya mengonsumsi buah pisang atau makanan yang direbus seperti ubi, singkong, dan kentang.

Berkat pola makan tersebut, bobot tubuh Iwan turun sebanyak 30 kg menjadi 90 kg. "Satu hal yang paling penting adalah anak saya tidak menolak lagi diantar ke sekolah. Ia malah merasa senang bila diantar ke sekolah oleh saya," ujarnya.

Ya, kisah Iwan berhasil menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat telah menginspirasi para ayah lainnya. Dengan begitu, Iwan juga terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience di detikHealth untuk bulan April 2014. Iwan berhak mendapatkan uang Rp 500 ribu. Selamat!

Apa yang dialami oleh Iwan Andriansyah (35) mungkin dialami juga oleh banyak ayah dengan anak perempuan lainnya. Iwan memiliki tubuh tambun dengan bobot 120 kg ini tak pernah bisa mengantar putrinya yang masih berusia 5 tahun, Fauziyah Kamil, ke sekolah karena alasan malu.

"Pada waktu itu anak saya mengatakan bahwa ia tidak mau diantarkan ke sekolah oleh saya karena malu jika teman-temannya melihat saya yang berbadan gemuk. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya saya seperti terkena petir di siang bolong. Terlebih lagi peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah istri saya meninggal. Hal tersebut kemudian saya jadikan motivasi untuk menurunkan berat bada," ungkap Iwan.

Ia lantas memulai program dietnya dengan menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis, ditunjang dengan mengatur pola makan. Ia juga mengurangi asupan karbohidrat, terutama pada malam hari. Pada malam hari Iwan mengaku hanya mengonsumsi buah pisang atau makanan yang direbus seperti ubi, singkong, dan kentang.

Berkat pola makan tersebut, bobot tubuh Iwan turun sebanyak 30 kg menjadi 90 kg. "Satu hal yang paling penting adalah anak saya tidak menolak lagi diantar ke sekolah. Ia malah merasa senang bila diantar ke sekolah oleh saya," ujarnya.

Ya, kisah Iwan berhasil menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat telah menginspirasi para ayah lainnya. Dengan begitu, Iwan juga terpilih sebagai The Most Inspiring Diet Experience di detikHealth untuk bulan April 2014. Iwan berhak mendapatkan uang Rp 500 ribu. Selamat!

Sebelumnya bobot Daniel Fernando Santoso (18) adalah 101 kg, namun kini ia bisa lebih percaya diri dengan bobot barunya yang hanya 74 kg. Hasil yang signifikan ini ia dapatkan melalui komitmen yang tinggi dalam menerapkan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD).

Daniel memulai program diet ini dengan mengurangi porsi makan. Awalnya Daniel berpuasa selama 18 jam dan saat pertama kali melakukan hal tersebut ia mengaku merasa sangat tersiksa. Tetapi lambat laun ia bisa terbiasa dan pola makannya pun mulai teratur.

"Setiap hari Senin-Kamis saya berpuasa selama 20 jam dan untuk hari Sabtu-Minggu saya berpuasa selama 18 jam. Selama berbuka puasa saya bisa makan apa saja, asalkan tidak berlebihan dan hindari makanan berminyak. Saya juga memperbanyak konsumsi air putih untuk melancarkan pencernaan," tutur Daniel.

Selain OCD, pemuda ini juga rutin olahraga kardio seperti berlari, treadmill, berenang, dan RPM. Olahraga tersebut ia lakukan selama 3 hari sekali masing-masing selama 90 menit. Awalnya memang sulit karena ia merasa sangat mudah lelah. Tetapi ia jadi terbiasa dan badannya terasa bugar setiap hari.

Pola diet tersebut Daniel lakukan selama 6 bulan dan alhasil bobotnya sukses turun sebanyak 27 kg. Ukuran celananya yang semula 42 juga menyusut menjadi 32.

Daniel merupakan pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

Sebelumnya bobot Daniel Fernando Santoso (18) adalah 101 kg, namun kini ia bisa lebih percaya diri dengan bobot barunya yang hanya 74 kg. Hasil yang signifikan ini ia dapatkan melalui komitmen yang tinggi dalam menerapkan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD).

Daniel memulai program diet ini dengan mengurangi porsi makan. Awalnya Daniel berpuasa selama 18 jam dan saat pertama kali melakukan hal tersebut ia mengaku merasa sangat tersiksa. Tetapi lambat laun ia bisa terbiasa dan pola makannya pun mulai teratur.

"Setiap hari Senin-Kamis saya berpuasa selama 20 jam dan untuk hari Sabtu-Minggu saya berpuasa selama 18 jam. Selama berbuka puasa saya bisa makan apa saja, asalkan tidak berlebihan dan hindari makanan berminyak. Saya juga memperbanyak konsumsi air putih untuk melancarkan pencernaan," tutur Daniel.

Selain OCD, pemuda ini juga rutin olahraga kardio seperti berlari, treadmill, berenang, dan RPM. Olahraga tersebut ia lakukan selama 3 hari sekali masing-masing selama 90 menit. Awalnya memang sulit karena ia merasa sangat mudah lelah. Tetapi ia jadi terbiasa dan badannya terasa bugar setiap hari.

Pola diet tersebut Daniel lakukan selama 6 bulan dan alhasil bobotnya sukses turun sebanyak 27 kg. Ukuran celananya yang semula 42 juga menyusut menjadi 32.

Daniel merupakan pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

Di usia 44 tahun, Budi Setya Adhi harus kesulitan mencari pakaian yang pas dengan tubuhnya yang berbobot di atas rata-rata. Ia bahkan juga harus memermak bagian pinggang celananya setiap bulan agar bisa mengikuti bentuk tubuhnya yang semakin lebar. Lelah akan rutinitas tersebut, Budi memutuskan untuk berubah.

Kebetulan saat dirinya sedang berniat untuk membentuk tubuh lebih proporsional, ia melihat di televisi ada program OCD yang dibuat oleh Deddy Corbuzier. Budi pun mencoba mengikuti program tersebut dengan tidak melakukan sarapan dan melakukan gerak badan selama 20 menit sebelum mandi pagi dan sore. Selain itu, setiap hari Minggu ia melakukan jalan sehat sekitar satu jam.

Satu bulan setelah melakukan program tersebut, berat badan Budi turun 3 kg dan 2 bulan kemudian turun kembali 2,5 kg. Sebelum menjalankan diet tersebut, berat badannya 72 kg dengan lingkar pinggang 93 cm, tetapi setelah menjalankan program OCD berat badannya turun menjadi 61 kg dengan lingkar pinggang 79 cm.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap ideal, Budi sedikit mengubah pola makan dan olahraganya. Setiap pagi ia selalu sarapan 2 lembar roti gandum ditambah dengan sayuran dan segelas susu. Ia juga mengurangi asupan nasi saat makan.

"Saya juga melakukan gerak badan berupa jumping jack, wait sit, push-up, abdominal crunch, step up onto chair, squat, plank, side plunk, bicycle crunch, dan leg rises sebelum mandi pagi dan sore. Masing-masing gerakan saya lakukan selama 45 detik, dengan jeda 15 detik istirahat setiap gerakan," terang Budi.

Kisah yang menginspirasi banyak pembaca detikHealth ini membuat Budi menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

Di usia 44 tahun, Budi Setya Adhi harus kesulitan mencari pakaian yang pas dengan tubuhnya yang berbobot di atas rata-rata. Ia bahkan juga harus memermak bagian pinggang celananya setiap bulan agar bisa mengikuti bentuk tubuhnya yang semakin lebar. Lelah akan rutinitas tersebut, Budi memutuskan untuk berubah.

Kebetulan saat dirinya sedang berniat untuk membentuk tubuh lebih proporsional, ia melihat di televisi ada program OCD yang dibuat oleh Deddy Corbuzier. Budi pun mencoba mengikuti program tersebut dengan tidak melakukan sarapan dan melakukan gerak badan selama 20 menit sebelum mandi pagi dan sore. Selain itu, setiap hari Minggu ia melakukan jalan sehat sekitar satu jam.

Satu bulan setelah melakukan program tersebut, berat badan Budi turun 3 kg dan 2 bulan kemudian turun kembali 2,5 kg. Sebelum menjalankan diet tersebut, berat badannya 72 kg dengan lingkar pinggang 93 cm, tetapi setelah menjalankan program OCD berat badannya turun menjadi 61 kg dengan lingkar pinggang 79 cm.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap ideal, Budi sedikit mengubah pola makan dan olahraganya. Setiap pagi ia selalu sarapan 2 lembar roti gandum ditambah dengan sayuran dan segelas susu. Ia juga mengurangi asupan nasi saat makan.

"Saya juga melakukan gerak badan berupa jumping jack, wait sit, push-up, abdominal crunch, step up onto chair, squat, plank, side plunk, bicycle crunch, dan leg rises sebelum mandi pagi dan sore. Masing-masing gerakan saya lakukan selama 45 detik, dengan jeda 15 detik istirahat setiap gerakan," terang Budi.

Kisah yang menginspirasi banyak pembaca detikHealth ini membuat Budi menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

Lionny (34) melakukan cara yang tak rumit dalam membentuk tubuh yang lebih proporsional. Dalam kisahnya, wanita yang bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini hanya mengubah pola makannya sehari-hari dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 6 kg dalam 1,5 bulan.

Peningkatan berat badan yang cukup signifikan ini diakui Lionny terjadi setelah ia menikah. Ia kemudian memutuskan untuk mengganti pola makannya menjadi lebih teratur. Ia berhenti mengonsumsi nasi dan menghindari gorengan. Ia hanya makan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus seperti ayam kukus, sayur rebus, dan telur rebus.

Sementara pada malam hari, Lionny hanya mengonsumsi buah-buahan atau roti gandum sebelum pukul 6 sore. Kuncinya, setiap pagi dan malam ia tidak lupa rutin minum teh hijau.

"Setiap harinya saya juga selalu olahraga minimal selama 30 menit. Olahraga yang saya lakukan antara lain lari di tempat, sit-up, dan squat jump untuk mengecilkan paha dan bokong saya. Untuk mengimbanginya saya tidak lupa untuk minum 8 gelas air putih setiap hari," ungkap Lionny.

Menerapkan pola tersebut berhasil membuat bobotnya turun 6 kg, namun ia masih berusaha untuk menurunkan bobotnya sebanyak 4 kg lagi. Maka dari itu ia mengaku masih melakukan pola diet ini sampai sekarang. "Selain lemak saya yang sudah berkurang, diet ini juga membuat kulit saya menjadi lebih sehat," ujarnya.

Nah, kisah Lionny ini rupanya juga menginspirasi para pembaca detikHealth. Lionny menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

Lionny (34) melakukan cara yang tak rumit dalam membentuk tubuh yang lebih proporsional. Dalam kisahnya, wanita yang bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini hanya mengubah pola makannya sehari-hari dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 6 kg dalam 1,5 bulan.

Peningkatan berat badan yang cukup signifikan ini diakui Lionny terjadi setelah ia menikah. Ia kemudian memutuskan untuk mengganti pola makannya menjadi lebih teratur. Ia berhenti mengonsumsi nasi dan menghindari gorengan. Ia hanya makan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus seperti ayam kukus, sayur rebus, dan telur rebus.

Sementara pada malam hari, Lionny hanya mengonsumsi buah-buahan atau roti gandum sebelum pukul 6 sore. Kuncinya, setiap pagi dan malam ia tidak lupa rutin minum teh hijau.

"Setiap harinya saya juga selalu olahraga minimal selama 30 menit. Olahraga yang saya lakukan antara lain lari di tempat, sit-up, dan squat jump untuk mengecilkan paha dan bokong saya. Untuk mengimbanginya saya tidak lupa untuk minum 8 gelas air putih setiap hari," ungkap Lionny.

Menerapkan pola tersebut berhasil membuat bobotnya turun 6 kg, namun ia masih berusaha untuk menurunkan bobotnya sebanyak 4 kg lagi. Maka dari itu ia mengaku masih melakukan pola diet ini sampai sekarang. "Selain lemak saya yang sudah berkurang, diet ini juga membuat kulit saya menjadi lebih sehat," ujarnya.

Nah, kisah Lionny ini rupanya juga menginspirasi para pembaca detikHealth. Lionny menjadi pemenang hiburan di kompetisi Diet Experience detikHealth bulan April dan berhak mendapatkan merchandise dari detikcom.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads