Hebatnya, usaha Hendrik tersebut berhasil membuat bobotnya turun dari 120 kg menjadi 92 kg. Ingin coba tips dietnya? Yuk, simak penuturan Hendrik kepada detikHealth, seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014):
Keinginan berdiet ini dimulai ketika saya diberi tantangan oleh wanita idaman. Singkat cerita dengan bobot tubuh di atas satu kwintal saya memberanikan diri untuk menyatakan cinta kepada teman wanita satu kelas saat SMA dulu. Entah sebagai syarat diterima atau sebagai peralihan bahasa penolakan agar saya tidak sakit hati, saya diberi syarat agar menurunkan berat badan dulu, baru ia mau menerima saya menjadi kekasih.
Tidak tahu juga karena motivasi itu atau karena saya terlanjur sakit hati, saat itu juga saya membulatkan tekad untuk berdiet. Saya cari informasi bagaimana cara menurunkan berat badan, mulai dari browsing internet hingga minta saran keluarga dan teman dekat.
Setelah semua referensi dan masukan dari semuanya saya terima, saya menarik kesimpulan bahwa olahraga dan makan teratur menjadi kuncinya. Olahraga apapun saya kerjakan, mulai dari angkat barbel, joging pagi dan sore hari, berenang di akhir pekan, hingga rutin ikut bermain futsal. Dalam pikiran saya saat itu yang penting berkeringat.
Saat itu saya juga berhenti mengonsumsi air es atau air dingin, karena katanya minum dingin akan bikin tubuh tambah gendut. Akan tetapi permasalahan mulai timbul ketika semakin banyak aktivitas yang menguras keringat, sebab ternyata nafsu makan saya malah meningkat.
Setelah berolahraga saya merasakan lapar, lalu saya makan hingga kenyang. Saya sempat merasa apa yang saya lakukan sia-sia, sudah berolahraga tapi makanan tidak bisa saya kontrol. Akhirnya saya coba menerapkan pola OCD dalam diet saya, Alhamdulilah cara ini cukup berhasil. Diiringi dengan olahraga rutin saya berhasil memangkas bobot tubuh saya dalam 6 bulan kurang lebih sebanyak 28 kg menjadi 92 kg.
Senang rasanya dengan pencapaian saya sekarang ini. Akhirnya wanita itu benar-benar membuktikan perkataannya dan sekarang kami jadian. Seiring badan saya yang semakin kecil, hubungan kami pun semakin mesra.
(ajg/vit)











































