Sering Gagal Diet, Dokter Ini Tak Menyerah dan Sukses Pangkas Bobot 21 Kg

Diet Experience

Sering Gagal Diet, Dokter Ini Tak Menyerah dan Sukses Pangkas Bobot 21 Kg

- detikHealth
Rabu, 14 Mei 2014 12:01 WIB
Sering Gagal Diet, Dokter Ini Tak Menyerah dan Sukses Pangkas Bobot 21 Kg
Frada (before)
Medan - Dengan tinggi badan 168 cm dan bobot 102 kg, Frada Gunanta Tarigan (28) seringkali menjadi tak percaya diri. Dengan postur tubuh tersebut, pria yang berprofesi sebagai dokter ini sering dihantui dengan berbagai risiko penyakit degeneratif akibat kegemukan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berdiet.

Program diet yang dijalaninya berhasil dengan cukup baik, kini bobot Frada turun menjadi 81 kg dalam waktu 4 bulan. Kepada detikHealth, berikut penuturan Frada tentang cara diet yang dilakukannya, seperti ditulis pada Rabu (14/5/2014):

Saya berasal dari keluarga dengan riwayat obesitas. Saat SMA, bobot saya sudah mencapai 88 kg dan saat kuliah meningkat jadi 102 kg. Telah lama saya berniat untuk menurunkan berat badan, namun tiap kali itu pula saya gagal.

Akhirnya setelah saya menjadi dokter, berat bagi saya untuk mengedukasi pasien untuk hidup sehat. Saya juga jadi sering di-bully dan tidak percaya diri dengan penampilan saya. Namun alasan utama saya berdiet adalah karena ingin terhindar dari penyakit degeneratif yang sekarang sedang menghantui dunia kesehatan. Akumulasi dari alasan itu membuat saya mantap untuk melakukan program diet.

Saya memulai program ini dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Kebetulan saat itu saya bekerja di perusahaan perkebunan, di mana saya harus tinggal dan makan mengikuti dapur umum disana.

Pagi saya biasa sarapan mi yang digoreng atau direbus, ditambah dengan telur atau olahan tahu dan tempe. Yang pasti saya tidak makan nasi putih. Siang hari saya mengurangi asupan nasi putih sampai 2 hingga 3 sendok sekali makan, atau terkadang tidak pakai sama sekali. Saya memperbanyak sayur sebagai sumber serat untuk memberi rasa kenyang dan memperbaiki pencernaan. Untuk lauk saya biasa mengonsumsi ikan atau daging.

Malam hari saya makan sebelum pukul 7 malam dan tetap mengurangi asupan nasi putih. Menu rutin saya di antaranya sayuran dan ikan. Saya juga memperbanyak minum air putih.

Untuk gaya hidup, saya mengurangi penggunaan kendaraan. Saya bekerja dengan jalan kaki, dengan jarak dari rumah ke klinik sekitar 2 km. Saya beraktivitas dengan membersihkan rumah sendiri dan rutin berolahraga minimal 1 jam sehari setelah pulang bekerja. Olahraga yang biasa saya lakukan adalah olahraga kardio yaitu joging.

Kebiasaan di atas saya lakukan sampai 4 bulan. Bulan pertama saya mencapai berat 96 kg. Saya terus berjuang sampai berat saya mencapai 81 kg. Saya berharap Indonesia dapat melawan obesitas yang menjadi faktor risiko penyakit degeneratif. Salam sehat.




(ajg/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads