Terapkan Diet OCD dan Tetap Rajin Olahraga, Bobot Ditya Sukses Turun 14 Kg

Diet Experience

Terapkan Diet OCD dan Tetap Rajin Olahraga, Bobot Ditya Sukses Turun 14 Kg

- detikHealth
Selasa, 20 Mei 2014 16:14 WIB
Terapkan Diet OCD dan Tetap Rajin Olahraga, Bobot Ditya Sukses Turun 14 Kg
Before
Yogyakarta - Ditya Suharpratomo (20) memiliki tinggi badan 164 cm dan bobot 73 kg. Kondisi ini sempat membuatnya menjadi tak percaya diri. Selain itu, tubuh gemuknya juga sempat membuat ia gagal lolos tes masuk anggota kepolisian. Tak ingin kejadian tersebut terulang, Ditya pun mengubah pola hidupnya.

Kepada detikHealth, berikut penuturan Ditya tentang pengalamannya berdiet dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 14 kg, seperti ditulis pada Selasa (20/5/2014):

Sebagai siswa SMA yang memiliki tinggi badan 164 cm saya sangat merasa tidak percaya diri dengan berat badan 73 kg, apa lagi saya memiliki cita-cita setelah lulus ingin menjadi seorang anggota Polri yang harus memiliki badan ideal. Saya tidak mengatur pola makan dan saya tidak pernah olahraga. Bahkan seminggu sekali di sekolah saja saya selalu mencari alasan agar tidak mengikuti pelajaran olahraga.

Kesalahan pola hidup saya yang fatal itu membuat berat badan saya meningkat drastis tanpa saya sadari. Saya makan banyak, makan apa pun yang saya mau dan yang saya suka. Tanpa pernah sama sekali olahraga.

Sampai setelah saya lulus SMA dan mendaftar Polri berat badan saya masih terlalu berat dan membuat saya harus gagal di tes tahap awal. Saat itu saya sangat terpukul dan menjadikan kegagalan itu untuk menjadi motivasi agar saya bisa lebih baik di tahun depan, terutama secara fisik.

Pertama kali menjalankan diet saya mencari informasi selengkap mungkin tentang bagaimana diet yang harus saya jalani. Bahkan saya tidak hanya menjalankan satu macam diet saja. Saya sudah mencoba beberapa metode diet yang ada, tetapi diet yang menurut saya paling cocok adalah diet OCD yang saya padukan dengan diet paleo.

Pola hidup sehat yang saya lakukan tidaklah susah. Setiap pagi saya bangun tidur pada pukul 3 pagi, setelah bangun saya minum 2 gelas air putih dan memulai hari dengan belajar ditemani secangkir kopi hitam tanpa gula.

Saya belajar untuk tes akademik dari jam 3 pagi sampai pukul 5 pagi dan saya melanjutkan dengan olahraga pagi yaitu sit-up, push-up dan lari pagi. Menurut artikel yang pernah saya baca olahraga dalam kondisi perut kosong sangat efektif untuk pembakaran lemak. Pada siang hari 3 kali seminggu saya melatih otot-otot besar saya di gym.

Saya mulai makan pukul 2 siang setelah pulang fitnes. Saya tidak asal makan makan yang saya sukai. Saya hanya makan sayur, buah, daging, telur dan saya tidak makan produk olahan pabrik (makanan instan). Makanan yang saya makan pun tidak digoreng saya hanya makan yang direbus, tumis, atau dibakar.



(ajg/up)

Berita Terkait