Perbanyak Asupan Protein dari Daging Ayam dan Ikan, Bobot Putri Turun 48 Kg

Diet Experience

Perbanyak Asupan Protein dari Daging Ayam dan Ikan, Bobot Putri Turun 48 Kg

- detikHealth
Selasa, 20 Mei 2014 17:18 WIB
Perbanyak Asupan Protein dari Daging Ayam dan Ikan, Bobot Putri Turun 48 Kg
Before
Jakarta - Hobi minum susu sejak kecil membuat bobot Putri Aziz (28) seiring waktu kian meningkat. Dengan tinggi badan 163 cm, bobotnya bahkan pernah mencapai 98 kg. Ingin memiliki tubuh yang lebih ideal, ia pun kemudian berdiet dan bobotnya berhasil turun sebanyak 48 kg. Seperti apa kisahnya?

Ya, bobot Putri yang semula 98 kg turun menjadi 56 kg. Perubahan ini tak hanya membuat rasa percaya dirinya meningkat, tapi juga ia menjadi lebih sehat. Nah, berikut penuturan Putri tentang pengalaman dietnya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Selasa (20/5/2014):

Diet ini saya jalankan mulai dari Februari 2009, dengan mengatur pola makan tiap hari dan berenang 1-2 kali tiap pekan. Untuk olahraga ini saya melakukannya karena saya memang sejak kecil menyukai renang.

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan masalah berat badan karena tidak pernah ada yang komplain, hanya keluarga saya saja sesekali namun tidak memengaruhi pola makan saya. Sejak duduk di bangku SD saya tiap hari minum susu full cream (fresh, tidak pernah rasa coklat atau strawberry), minimal dalam sehari 1 kotak ukuran 1 liter, bahkan kadang mencapai 2 kotak sehari.

Selain minum susu yang banyak, saya juga suka makan roti dengan keju dan smoked beef, walaupun saya selalu makan sayur bening tiap hari namun susu dan roti tersebut porsinya lebih banyak.

Hingga tahun 2009 saya menyadari bahwa berat badan saya makin lama semakin naik dan akhirnya mencapai 98 kg. Sesekali bisa turun 1-2 kg tapi pasti naiknya lebih banyak. Saya sampai dibawa ke akupuntur dan ahli gizi untuk diberikan vitamin. Pada akhirnya satu pelajaran dari ahli gizi tersebut: saya harus menjalankan pola makan yang dikurangi porsinya namun lebih sehat.

Saat menjalani diet saya sangat mengurangi konsumsi susu dan roti, serta memperbanyak makanan protein seperti ayam dan ikan serta banyak minum air putih. Porsi nasi yang dulunya saya makan banyak, lama-lama berkurang hingga mencapai porsi standar yang baik untuk tubuh. Saya pun akhirnya dapat belajar untuk menakar porsi makanan dan juga selalu makan jangan sampai terlalu kenyang. Tidak boleh juga berlebihan dalam memilih menu makanannnya.

Untuk menjalankan olahraga pun saya lakukan lebih rutin (di luar rutinitas saya untuk mengurangi asma), yang tadinya hanya 1-2 sebulan saya jadikan rutin tiap pekan harus berenang. Saat berenang, saya usahakan minimal melakukan beberapa putaran dengan benar. Pola pikir saya juga tidak langsung ingin turun banyak tapi perlahan-lahan dan pasti, karena saya ingin di masa depan selalu sehat.

Hingga akhirnya berat badan saya berhasil turun jadi 56 kg. Baju saya pun banyak yang menjadi kebesaran. Sekarang saya fokus untuk tetap menjaga pola makan sehat dan berat badan seimbang. Olahraga tetap saya lakukan agar tetap fit dan untuk lebih mengencangkan kulit tubuh saya.

Dengan melakukan ini, kulit saya pun tidak kendor dan berat badan terjaga. Sampai saat ini saat saya menulis di artikel ini, berat badan saya tidak pernah melewati angka 60 kg. Saya dapat lebih menikmati berbagai menu makanan tanpa saya perlu khawatir saya akan overweight lagi. Demikian pengalaman diet saya, semoga pengalaman saya bisa memotivasi yang membaca agar tetap menjaga berat badan ideal dan menurunkan dietnya. Thank you.

(ajg/up)

Berita Terkait