Dengan tinggi badan 175 cm di usia yang masih muda, berat badannya mencapai 80 kg. Ini tentu membuatnya kerap tak percaya diri. Tak ingin terus-menerus diremehkan, ia memutuskan untuk berdiet dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 16 kg dalam waktu 100 hari, seperti diungkapkan pada detikHealth, Selasa (3/6/2014):
Saya pernah mengalami berat badan berlebih, lengkap dengan perut, paha dan pipi yang besar. Ini tentu membuat saya tidak percaya diri dalam berkomunikasi. Padahal saya sekolah jurusan pemasaran dan harus bisa berkomunikasi dengan baik pada pelanggan, terutama pelanggan wanita. Saya justru selalu dihina, diremehkan dan di-bully. Ini semua membuat saya bosan.
Akhirnya, saya berniat melakukan suatu perubahan. Dengan bermodalkan niat dan tekad yang kuat, saya mulai melakukan diet. Saya menggunakan metode puasa, bukan OCD. Menurut saya puasa adalah metode diet yang paling sempurna dan menyehatkan.
Saya tidak pernah makan nasi putih dan gorengan, karena setahu saya nasi putih mengandung karbohidrat dan gula yang sangat tinggi. Sementara gorengan mengandung lemak tinggi dan sulit dibakar tubuh. Sebagai pengganti, saya hanya mengonsumsi roti gandum, telur, daging ayam, serta tempe dan tahu yang dibakar atau direbus.
Menurunkan berat badan hanya dengan mengatur pola makan itu sama saja bohong. Harus dilengkapi dengan olahraga. Olahraga saya saat melakukan program ini adalah bodyweight training dan jalan kaki dengan intesitas rendah saat akan berbuka puasa. Menjelang berbuka puasa itu adalah waktu yang sangat efektif dalam membakar lemak berlebih, karena perut kosong maka yang dibakar adalah lemak berlebih dalam tubuh.
Selain itu saya juga menekuni olahraga tinju. Motivasi saya belajar tinju adalah karena saya ingin melindungi diri sendiri. Tinju termasuk olahraga yang cukup menyehatkan untuk membentuk badan.
Sekitar 100 hari menjalani program tersebut, tubuh saya berubah total. Sampai-sampai teman-teman sekolah tidak mempercayai bahwa itu adalah saya. Pipi saya menjadi tirus, perut mengempis dan lengan pun jadi berotot. Tidak hanya penampilan saja, mental saya juga jadi lebih kuat dan tidak ada yang berani mem-bully saya lagi. Semoga tips ini berguna untuk Anda.
(ajg/up)











































