Ia kemudian melakukan diet sederhana. Tanpa menggunakan obat-obatan, bobotnya berhasil turun dari 114 kg menjadi 90 kg. Berikut penuturannya kepada detikHealth terkait keberhasilannya berdiet, seperti ditulis pada Selasa (10/6/2014):
Pengalaman diet yang saya jalani merupakan hal yang sangat sederhana dan sehat karena tidak menggunakan obat-obatan ataupun suplemen. Awalnya saya mengalami sesak napas sehingga saya berniat mengurangi berat badan. Saya berusaha mengurangi makan yang biasanya dua sendok nasi, kini saya kurangi menjadi satu sendok saja.
Mungkin cara tersebut berat bagi orang yang mengalami obesitas. Tetapi setelah satu bulan, saya terbiasa. Malah bila saya makan dua sendok nasi akan muntah karena terasa terlalu banyak.
Untuk lauk, semua tidak ada masalah asalkan tidak berlebihan. Dengan mengurangi makan, berat badan saya turun 5 kg di bulan pertama. Sehari makan tiga kali dan setelah terbiasa saya kurangi menjadi dua kali.
Kegiatan sarapan saya ganti dengan kegiatan kecil yang lebih efektif membakar kalori. Biasanya saya ganti dengan lompat-lompat ataupun lari kecil di sekitar rumah. Setelah mengatur pola makan, hal yang saya lakukan adalah berhenti mengonsumsi minum es dan mengganti dengan minuman biasa atau hangat, kadang kala dengan teh tawar.
Semua itu menggunakan tahap dan tidak bisa instan. Maka apabila sudah ada niat maka kita harus mengurangi pola makan terlebih dahulu. Saya pun makin semangat untuk terus menurunkan berat badan yang semakin lama semakin mempengaruhi kesehatan saya.
(ajg/up)











































