Menurut Fin, makanan manis merupakan pantangan yang sangat susah untuk dihindari. Meskipun demikian, akhirnya ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 11 kg, seperti diungkapkan wanita asal Bogor, Jawa Barat, ini kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (10/7/2014):
Pertama kali saya berniat diet karena teman-teman saya memanggil saya Doraemon, yang disebabkan oleh postur tubuh saya yang bulat. Ketika itu berat badan saya 59-60 kg dengan tinggi badan 158 cm. Karena jengah juga dengan sebutan itu, saya bertekad diet saat menginjak kelas 3 SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menahan rasa lapar di sore hari, saya makan apel sampai kenyang. Dari segi tekstur saya merasa apel cukup pas untuk mengganti nasi. Satu hal yang susah saya hindari adalah ngemil. Saya sangat suka dengan kue dan camilan manis. Tapi selama diet saya mengubah pola makan manis-manis ini. Saya membiasakan diri untuk ngemil pada akhir bulan saja.
Untuk menunjang penurunan berat badan, saya sadar rasanya kurang afdal jika tidak olahraga. Sejujurnya saya sangat malas olahraga ke luar rumah. Alternatifnya saya bermain hula hoop dan skipping setiap pagi, minimal masing-masing 50 kali.
Untuk hasil, saya percaya hasil yang baik tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan. Saya tidak minum obat pelangsing apapun. Penurunan berat badan baru terlihat ketika saya lulus SMA (sekitar 11 bulan kemudian). Berat badan saya turun 11 kg dan stabil sampai sekarang 48 kg.
(ajg/rdn)











































