Dengan tujuan tersebut, ia rajin melakukan olahraga dan mengatur pola makan yang sehat. Meski tak lolos masuk ke sekolah idaman, ia tetap rajin menjalani diet dan berhasil menurunkan bobotnya sebanyak 35 kg dalam 10 bulan. Berikut paparannya kepada detikHealth, Rabu (16/7/2014):
Semasa SMA, saya adalah makhluk paling besar di antara teman-teman saya. Terkadang ada rasa minder dan malu. Selain itu saya pun selalu jadi bahan ejekan dengan menggunakan objek hewan yang bertubuh besar. Tetapi saya tidak ambil pusing saya berbaur saja dengan candaan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya pun mulai melakukan fitnes di kantor mama saya. Karena waktu yang sempit saya mati-matian makan makanan rendah karbohidrat seperti kentang direbus dan nasi merah. Lauk pauk makanan saya digoreng dengan olive oil dan terkadang saya makan makanan rebusan. Berkat itu semua, berat badan saya turun 5 kg dalam sebulan.
Setelah menjalani seleksi masuk, ternyata saya gagal pada ujian kedua. Meski begitu saya tetap bisa melanjutkan kuliah di tempat lain dan terus menurunkan berat badan. Selama saya kuliah, saya hanya makan nasi merah dengan lauk pauk. Saya makan hanya 2 kali sehari.
Saya juga rutin lari sore selama 20 menit setiap 4 kali seminggu. Sebelum tidur saya rutin sit-up, side plank, push-up, dan lompat tali. Terkadang saya melakukan senam di kos. Karena tidak ada kendaraan dan jarak yang jauh, saya selalu jalan kaki dari kos ke kampus. Setelah 9 bulan saya kuliah berat badan saya menjadi 90 kg, dari yang semula 120 kg.
(ajg/rdn)










































