Tujuan utama melakukan diet adalah untuk kesehatan, bukan sekadar penampilan. Karena itu jika diet malah terasa sangat menyiksa, maka artinya diet tersebut tidak sehat.
Dewi Hartami, seorang gadis di Lampung tetap bangga berdiet meski baru bisa menurunkan bobot 7 kg dalam sebulan. Menurutnya, diet tidak semata-mata untuk mengejar penampilan tetapi utamanya harus tetap membuat tubuh lebih segar dan terasa enteng.
Olahraga dilakukan oleh gadis kelahiran 1990 ini tidak pernah berlebihan, tetapi yang penting teratur. Kini dengan tinggi badan 156 cm, Dewi sudah bisa mendapatkan bobot 65 kg, dari yang semula mencapai 72 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kaum wanita berat badan pasti sangat diperhatikan. Ya, itu karena pria juga pada umumnya mencari dan menilai pasangan dari bentuk badan dan penampilannya.
Tetapi bukan ini alasan kenapa saya mencoba menjalankan program diet. Saya mahasiswa pascasarjana berusia 24 tahun. Di usia SMA yang terbilang remaja saya sempat mengkonsumsi obat diet yang ternyata enggak berhasil, malah saya jadi sering sakit mag.
Tahun 2013 saat sedang populernya cara diet OCD saya mencobanya dengan membaca buku panduan diet ini. Setelah saya pelajari, intinya kalori normal yang masuk ke badan kita jangan berlebihan dari yang dibutuhkan dan badan harus aktif bergerak. Biarpun sudah nnge-gym, aerobik, atau kardio sampai bagaimanapun kalau asupan tetap melebihi ya hasilnya tidak akan terlihat, justru malah bisa lebih gendut.
Akhirnya saya menerapkan cara diet sebagai berikut. Jam makan dimulai 2 jam setelah bangun tidur, dan berhenti di jam 4 (2.000 kal). Hanya dalam waktu satu bulan, tanpa susah-susah saya berolahraga berlebihan, saat saya timbang berat saya ternyata turun 7 kg. Wow!
Manfaat lainnya badan terasa tidak engap, alias enteng, terus hemat lagi karena jajan nggak berlebihan (maklum anak kuliahan). Coba deh buat yang berbadan tambun sama seperti saya, jangan memaksakan olahraga berat-berat kalau akhirnya hanya bertahan sebentar. Mending lakukan diet yang nggak menyiksa tapi dilakukan secara konsisten. Percaya deh :)
(up/up)










































