Setelah 6 bulan konsisten menerapkan diet OCD dan dikombinasikan dengan rutin berolahraga, bobot pria bertinggi badan 176 cm yang semula 114 kg ini berhasil turun menjadi 75 kg. Berikut paparannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Senin (8/9/2014):
Saya menjalankan diet memang dengan penuh niat untuk mengurangi berat badan. Alasannya, baik lingkungan kampus maupun keluarga seringkali mengejek saya kegemukan, jelek dan tidak menarik untuk dipandang. Di samping itu, saya juga ingin meningkatkan kualitas kesehatan dan kondisi tubuh agar tetap prima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya makan nasi merah bersama lauk pauk seperti ikan (tidak makan daging-dagingan seperti daging kambing, sapi dan juga daging unggas) beserta sayur-sayuran. Saya baru boleh makan setiap harinya 5 jam setelah setiap kali bangun tidur. Misalnya saya bangun pagi jam setengah 5, lalu saya baru boleh makan lagi pada jam 10 pagi ,sebagaimana ketentuan pola diet OCD.
Lalu pada jam 2 siang saya cukup makan buah-buahan dan minum lebih banyak air putih. Jam 3 sore saya berhenti makan alias berpuasa hingga pada keesokan harinya. Di sela-sela puasa saya hanya bisa minum air putih sebanyak-banyaknya.
Tidak cukup hanya diet yang saya lakukan, saya pun berolahraga angkat beban 5 kg lalu meningkat hingga ke 10 kg dan 20 kg selama 1 jam setiap harinya. Untuk membakar kalori saya sempatkan pula bermain futsal sekali sepekan selama satu jam, ditambah jalan kaki setiap harinya sejauh 6 km.
Intinya, kedisiplinan mengubah hidup saya. Teman-teman SMA maupun di kampus sekarang selalu pangling melihat tubuh saya yang berubah drastis. Begitu juga dengan saudara-saudara saya, mereka cukup terkejut melihat perubahan saya. Ya, berat badan saya yang awalnya 114 kg kini sudah turun menjadi 75 kg.
(ajg/vit)










































