Dengan tinggi badan 163 cm dan berat badan 76 kg, Rury mengubah pola makan dan rutin berolahraga. Alhasil bobotnya pun berhasil turun menjadi 59 kg. Nah, berikut ini kisah Rury kepada detikHealth, ditulis pada Jumat (12/9/2014):
Saya adalah seorang anak laki-laki yang sejak kecil sudah mengalami kegemukan. Kalau orang-orang bilang ini karena faktor keturunan, saya justru merasa ini karena faktor pola hidup yang diturunkan. Saya mengawali diet ini di usia 23 tahun karena saya merasa itu perlu, mengingat ayah saya terkena hipertensi dan nenek saya terkena diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya susah menjalani pola makan yang rendah karbohidrat ini. Akan tetapi dengan niat dan tekad dengan bertahap yang tadinya nasi satu piring, saya kurangi menjadi 1/4 piring. Kadang-kadang nasi juga saya ganti dengan kentang atau nasi merah. Sebagai gantinya, saya perbanyak sayuran hijau yang direbus sebentar dan buah-buahan.
Tidak hanya itu, untuk minuman saya juga hanya meminum air putih, air jus tanpa gula dan teh tawar. Itu saya lakukan bertahap dan akhirnya setiap hari. Alhasil setiap pekan berat badan saya turun 0,5-1,5 kg. Di samping diet, saya rutin joging agar badan sehat, bugar dan pikiran juga ikut segar.
Satu lagi tips dari saya adalah hindari kontak langsung dengan makanan, karena itulah penyebab rasa lapar muncul. Oleh sebab itu saya menutup semua makanan yang ada di rumah agar tidak saya lihat. Ya, saya menikmati proses ini, saya tidak merasa terbebani, itulah kunci saya untuk menikmati semua proses diet saya agar tetap konsisten.
(ajg/vit)










































