Alhasil bobotnya yang semula 93 kg berhasil turun menjadi 72 kg dalam waktu 8 bulan. Teman-temannya pun banyak yang kagum atas perubahan bentuk tubuh Ricco. Berikut paparannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Kamis (18/9/2014):
Setahun yang lalu berat badan saya mencapai 93 kg, mungkin karen pola makan saya yang tidak beraturan dan jarang sekali berolahraga. Saya dulu hobi makan makanan berkalori dan berkolesterol tinggi seperti gorengan (yang setiap pagi tidak pernah absen), nasi padang, dan es teh manis. Untuk malam hari saya juga selalu makan makanan berkarbohidrat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan diet tersebut saya mengubah waktu makan saya, yang secara otomatis mengubah juga pola makan makan. Pekan pertama saya langsung masuk ke pola 20 jam puasa, di mana saya hanya minum air putih saja agar tidak dehidrasi dan sisanya saya makan hanya 4 jam (2 kali makan).
Saat makan saya ganti nasi putih dengan oatmeal, dengan memakai lauk pauk dan sayuran. Walaupun kadang-kadang kalau lagi ingin nasi putih saya ganti dengan nasi putih, tapi tidak banyak hanya 1 gempalan tangan saya saja. Dalam ketentuan pola diet OCD saya juga tidak sarapan. Kalaupun mau sarapan, biasanya sekitar 3 atau 4 jam setelah bangun tidur pagi.
Untuk olahraga, dalam sepekan saya 3 kali angkat beban di gym, satu kali joging 3 km di pagi hari dan latihan 07W di sore hari. Alhasil dalam waktu 8 bulan berat badan saya turun 21 kg.
Diet dengan metode apapun yang penting adalah konsistensi dan kedisiplinan dari dalam diri sendiri. Semua teman-teman saya dari masa SMP sampai kuliah pun selalu terkejut melihat perubahan bentuk tubuh saya yang berubah drastis.
(ajg/vta)










































