Dengan tinggi badan 149 cm, bobot gadis kelahiran 1 Februari 1992 yang semula 59 kg ini pun berhasil turun menjadi 45 kg. Nah, berikut kisahnya seperti ditulis detikHealth pada Kamis (18/9/2014):
Di usia-usia 20 tahun ke atas, penampilan menjadi hal yang sangat diperhatikan sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk tampil semaksimal mungkin. Tidak heran, hal ini juga menjadi perhatian saya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apesnya kemeja tersebut hanya satu ukuran. Tidak hanya itu, bahkan ketika ukurannya pas pun, terkadang saya tidak percaya diri saat melihat diri di cermin karena benjolan-benjoln lemak yang serasa memenuhi seluruh baju kelihatan di mana-mana.
Nah, tepat satu tahun yang lalu, tepatnya di bulan Mei saya melihat sebuah poster di papan pengumuman kampus yang isinya menginformasikan tentang sebuah lomba dari salah satu klub sehat di Ponorogo, dengan judul "Lomba Langsing Berhadiah". Tanpa pikir panjang, saya berminat ikut dan saat mendaftar betapa terkejutnya saya ketika ditimbang. Bobot saya saat itu 59 kg!
Sebelum perlombaan dimulai, peserta diberi pengarahan dan informasi bagaimana cara diet yang sehat. Termasuk informasi berbagai jenis makanan dan kandungan gizinya. Setelah itu, semua peserta diberi waktu satu bulan untuk menurunkan berat badan. Nanti mereka yang paling banyak turun berat badannya akan jadi pemenangnya.
Bukan produk yang mahal untuk sebuah keberhasilan diet, melainkan motivasi yang kuat dan disiplin yang tinggi. Meski bukan juara pertama tetapi saya berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 3 kg dan berhasil menjadi juara ketiga. Inilah hasil kerja keras saya selama satu bulan, makan dengan 1/3 porsi, tidak ada ngemil, tidak ada gorengan, minum air putih 3 liter setiap hari dan lebih banyak bergerak.
Tidak puas sampai di situ saja, saya terus mengikuti lomba yang sama selama tiga kali berturut-turut. Cukup sulit untuk dilalui, tetapi motivasi lebih kuat untuk mencapai target berat badan 45 kg membuat saya tetap fokus. Bukan hal yang mustahil, di perlombaan kedua dan ketiga saya berhasil menjadi juara pertama.
Tapi karena target saya belum terpenuhi, saya tetap berdiet sampai akhirnya mencapai berat badan yang saya inginkan, bahkan lebih langsing lagi, tepatnya pada bulan Oktober. Saya senang sekali karena kini saya dapat memakai kemeja sesuka hati. Percaya diri pun kian meningkat. Semahal apapun produk yang kita gunakan untuk berdiet dan semudah apapun pola diet yang kita pilih, semuanya akan sia-sia tanpa adanya motivasi yang kuat dan disiplin yang tinggi.
(ajg/vta)











































