Semula bobot pria asal Palembang, Sumatera Selatan, ini adalah 127 kg. Kini Bastian jauh lebih percaya diri dengan berat badan 74 kg. Penasaran seperti apa kisah dietnya? Berikut seperti ditulis oleh detikHealth pada Minggu (21/9/2014):
My body is my empire, I build and take responsibility for that. Berawal dari kalimat itulah saya memulai pertualangan diet ini. Ibarat bangunan, badan saya terlihat rapuh dan tua untuk usianya yang masih muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya bermodalkan tekad dan kemauan yang bulat saya mulai bertanya kepada instruktur salah satu pusat kebugaran di Palembang mengenai gerakan-gerakan yang benar dan pola makan yang dianjurkan. Saya pun mencoba pola makan 5 kali sehari. Saya juga menerapkan pola makan defisit 500 kalori
Karena saat di angka 127 kg kebutuhan harian saya 2800 kalori, maka kalori saya saat itu saya defisit menjadi 2300 kal. Dengan catatan porsi tinggi protein dan serat, dengan perbandingan protein, serat, karbo 40:30:30. Pola makan saya antara lain:
Pukul 6-7 pagi (setelah joging) : Susu whey protein, 1 telur rebus, 1 buah pisang
Pukul 9-10 pagi : 1 buah apel/jeruk/pisang
Pukul 12-1 siang : 100 gr dada ayam panggang/ikan panggang, nasi 1 cup, tempe, sayur 1 cup
Pukul 4-5 sore (setelah fitnes) : Susu whey Protein, segenggam kacang kulit kemasan
Pukul 6-7 malam : Sayur bayam 1/3 ikat + 1 buah pisang diblender
Jika lapar di waktu lebih malam saya bisa mengonsumsi apel atau segenggam kacang kulit
Bayam memang menjadi salah satu makanan super andalan saya saat makan malam saya. Karena kandungannya sangat lengkap untuk ukuran sayur, juga sebagai pemenuhan vitamin dan serat harian saya. Alhamdulillah ibu saya sangat mendukung pertualangan saya ini, beliau selalu menyediakan bahan makanan yang diperlukan, seperti bayam dan dada ayam. Ia juga selalu memasak untuk saya.
Pola olahraga saya yaitu kardio dan joging 45 menit setelah subuh saat perut masih kosong 5 kali sepekan. Saya juga latihan beban di sore hari 3 kali seminggu. Kombinasi kardio dan beban sangat efektif dalam penurunan berat badan.
Sebulan pertama berat badan saya berkurang 6 kg, rasanya pertama kali sangat senang sekali karena saya ini suka makan dan tidak cocok menahan makan bahkan berhenti makan untuk waktu tertentu. Karena esensi diet itu sendiri adalah mengatur pola makan, bukan tidak makan sama sekali.
Sebenarnya dari dulu obsesi saya memimpikan ingin memiliki badan seperti Taylor Lautner, pemeran Jacob Black di serial film Twilight Saga. Bahkan saat saya masih memiliki tubuh obesitas pun sudah memimpikannya. Saat itu ada teman kuliah yang bilang iya mirip seperti Jacob, tapi pada saat ia berubah jadi serigala raksasanya, hahaha.
Paling tidak saat ini saya sudah satu langkah lebih dekat untuk meraih bentuk badan seperti itu. Baru satu tahun memulai memang adalah waktu yang sangat sedikit, tapi dedikasi membutuhkan waktu. Ayo teman-teman, berani bermimpi, berani memulai dan berani bertindak. Semoga menginspirasi!
(ajg/up)











































