Berkat Diet OCD, Edwin Pangkas Bobot 15 Kg Meski Idap Bipolar Disorder

Diet Experience

Berkat Diet OCD, Edwin Pangkas Bobot 15 Kg Meski Idap Bipolar Disorder

- detikHealth
Senin, 29 Sep 2014 16:46 WIB
Berkat Diet OCD, Edwin Pangkas Bobot 15 Kg Meski Idap Bipolar Disorder
Karawang - Mengidap bipolar disorder membuat Edwin Januarsyah harus mengonsumsi obat selama 6 bulan. Namun, di 3 bulan pertama konsumsi obat, bobot Edwin justru meningkat tajam. Tak ingin tubuhnya makin gemuk, Edwin pun berusaha melakukan berbagai macam diet.

Berkat diet OCD dan kombinasi diet lainnya, berat badan pemuda 21 tahun ini berhasil turun 15 kg dari bobot semula 79 kg menjadi 64 kg dalam waktu 7 bulan. Ditambah lagi, diet bisa membantu mengontrol mood-nya. Nah, berikut kisah Edwin kepada detikhealth dan ditulis pada Senin (29/9/2014):

Sebenarnya saya adalah orang yang terlahir dengan tipe ectomorph (bentuk tubuh kurus dan agas sulit membangun otot-red). Namun, kejadian yang terjadi di awal tahun 2013 menyebabkan saya mengalami perubahan bobot karena diwajibkan mengonsumsi obat oleh dokter. Sebab, di awal tahun 2013 saya didiagnosis mengidap bipolar disorder.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya inilah awal saya mengalami tahap kelebihan berat badan, di mana indeks massa tubuh saya hampir menyentuh nila 26. Obat yang diberikan psikiater saya mengakibatkan penurunan aktivitas dimana saya menjadi lemas, mudah lapar dan kesulitan tidur. Bahkan ada satu fase dimana saya sanggup tidak tidur selama satu minggu penuh dan makan bisa hingga 7 kali dengan porsi besar.

Konsumsi obat saya harus dilakukan selama 6 bulan, namun baru 3 bulan menjalani terapi obat, saya sudah tidak tahan dengan perubahan yang terjadi. Sebab, obat tersebut berpengaruh pada nafsu makan, waktu tidur, serta penurunan prestasi karena hilang konsentrasi. Saat itu saya sering jadi bahan candaan dimana perut saya yang buncit.

Hingga tepat pada september 2013 saya dikenalkan dengan diet OCD oleh teman saya. Saat itu, tanpa seizin dokter saya memutuskan berhenti minum obat 2 bulan sebelum saya menjalani diet OCD. Setelah saya melakukan diet OCD, berat badan mampu saya turunkan. Bahkan, massa otot saya menjadi besar walaupun kadar lemak masih 14 %.

Setelah mencapai bobot ideal, saya mulai kombinasikan diet OCD dengan diet lainnya, seperti diet alkalin serta diet kombinasi dengan prinsip kalori yang masuk tidak terlalu besar surplus atau defisitnya. Selama diet saya rutin fitnes dan streetworkout. Selain itu, berkat diet dan aktivitas olahraga rutin, saya berhasil menekan perubahan mood yang acapkali dialami oleh penderita bipolar disorder walaupun saya telah berhenti mengonsumsi obat selama setahun lebih.

Dengan diet dan olahraga rutin mood saya bisa stabil. Walaupun masih mengalami perubahan mood tapi perubahan yang saya alami tidak terlalu ekstrem. Diet dan olahraga telah menjadi semacam terapi bagi saya karena saya bisa bersosialisasi dengan teman di tempat latihan. Saya pun berusaha menghindari makanan yang bisa memancing perubahan mood. Dengan begitu, kualitas hidup saya bisa menjadi lebih baik dari sebelum saya menjalani diet.

(rdn/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads