Berat badan wanita kelahiran 23 Oktober 1994 ini turun dari semula 59 kg menjadi 49 kg. Ia mengaku menerapkan 'hukuman' untuk dirinya sendiri dalam menjalani program penurunan berat badan tersebut. Simak kisahnya seperti ditulis detikHealth pada Rabu (1/10/2014):
Putus cinta membawa berkah. Mungkin aneh, tapi begitulah adanya. Hubungan saya dengan mantan pacar telanjur serius dan ketika putus hal itu menjadi pukulan terberat bagi saya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, karena saya tipe orang yang mellow, kadang paling parah saya menangis sampai lima kali sehari dan otomatis saya harus lari lima kali putaran GOR atau kurang lebih 4,5 kilometer.
Saya melakukan hal itu setiap hari. Tentu dengan pola makan yang teratur. Saya tidak membatasi apa yang saya makan, saya tetap bisa jajan tapi syaratnya saya sangat mengurangi asupan minuman manis. Bahkan hampir sudah tidak pernah lagi.
Pesan dari saya untuk teman-teman yang tidak kuat lari, Anda bisa mengganti lari dengan jalan cepat. Tapi harus jalan cepat seperti dikejar sesuatu, bukan jalan lambat. Latihan fisik sambil diiringi musik juga akan membuatnya terasa menyenangkan.
Saya sendiri sangat jarang menimbang berat badan saya, tahu-tahu setelah 2 bulan saya kaget karena berat saya turun menjadi menjadi 49 kg. Teman-teman saya juga merasa heran bagaimana saya bisa menghilangkan bobot 10 kg dan masih bisa terus jajan. Banyak pujian datang dari teman-teman karena badan saya bagus, begitu pula dari mantan.
(ajg/vta)











































