Luthfie menggunakan metode diet OCD yang belakangan ini sedang tren di kalangan remaja dan dewasa. Selain itu, ia juga memiliki komitmen tinggi untuk bisa lebih langsing karena sedang menyukai seorang wanita. Berikut kisah diet Luthfie kepada detikHealth, seperti ditulis pada Kamis (2/10/2014):
Diet merupakan sebuah kata yang selalu menghantui pikiran saya saat itu, karena memang saat itu saya sedang bermasalah dengan berat badan yang semakin hari semakin bertambah. Saya pernah mencoba untuk berdiet dengan cara mengurangi porsi makan selama sebulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu saya lakukan selama dua bulan berturut-turut, karena saya berpikir bahwa untuk apa diet jika masih tetap saja gemuk dan diejek teman. Lagipula dalam keluarga saya hampir semuanya bertubuh gemuk, dimulai dari nenek, ibu, kakak, bibi dan keponakan saya. Mulai makan semaunya, bobot saya kembali naik drastis menjadi 86 kg.
Saya terkejut dengan bobot yang saya miliki. Saya malu bercermin, apalagi jika diajak foto bersama. Terlebih saat itu saya tertarik dengan seorang wanita. Akhirnya saya berpikir untuk kembali diet. Saya tertarik mencoba metode diet yang saat itu sedang tren, yakni diet OCD.
Untuk memulai diet yang hendak saya jalankan ini hal pertama yang saya lakukan adalah mempelajari metode OCD itu sendiri. Setelah persiapan dirasa cukup, mulailah saya menjalankan hidup yang bernuansa OCD. Seminggu pertama menjalankan OCD, bobot saya turun 4 kg, yang sebelumnya 86 kg menjadi 82 kg.
Hal ini tentu saja menggembirakan buat saya, karena penurunan bobot yang sangat drastis saya lanjutkan OCD ini selama 8 bulan. Selama 8 bulan ini penurunan bobot saya cukup signifikan. Bobot yang semula 86 kg, turun menjadi 65 kg.
Patut diketahui selama menjalankan metode diet ini saya melakukan jendela makan 4 jam, yaitu dalam sehari (24 jam) waktu makan saya hanya tersedia selama 4 jam. Dalam 4 jam itu tidak ada larangan untuk makan makanan tertentu, bisa dibilang bebas. Tapi patut untuk dihindari makan dengan porsi yang banyak, cukup makan sewajarnya seperti kita makan sehari-hari.
Selama berdiet, saya tidak melakukan olahraga yang khusus, karena saya memang malas untuk berolahraga. Setelah berhasil turun berat badan, kepercayaan diri saya telah kembali. Saya bisa lebih mudah memilih baju dan mendapatkan wanita pujaan hati saya. Pasca diet ini saya juga jadi lebih aktif berolahraga karena badan terasa lebih ringan dan mudah untuk digerakkan.
(ajg/vit)
