Bukan Kuruskan Badan, Riyanti Naik Bobot 7 Kg karena Disebut Kutilang Darat

Diet Experience

Bukan Kuruskan Badan, Riyanti Naik Bobot 7 Kg karena Disebut Kutilang Darat

- detikHealth
Kamis, 30 Okt 2014 14:02 WIB
Bukan Kuruskan Badan, Riyanti Naik Bobot 7 Kg karena Disebut Kutilang Darat
Riyanti Before
Bogor -

Ketika banyak orang bermasalah dengan berat badan yang berlebih, Riyanti Wijaya justru jengah dengan tubuhnya yang terlalu kurus. Sering disebut kutilang darat (kurus tinggi langsing dada rata) membuat ia berusaha menurunkan berat badannya.

Dengan tinggi 160 cm, berat badan 38 Kg membuat wanita kelahiran 17 November 1971 ini termasuk dalam kategori kurus. Selama 5 bulan ia pun berhasil menambah bobotnya dari 38 Kg menjadi 45 Kg. Mau tahu kisahnya? berikut paparan Riyanti kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (30/10/2014):

Saya temasuk orang yang sulit gemuk meskipun makan banyak. Cacingan? Saya minum obat cacing. Kurang gizi? Nah ini kemungkinan yang paling mendekati. Karena kesibukan kerja, pola makan saya jadi tidak teratur dan sembarangan tanpa menperhatikan kandungan gizi asupan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, bagi saya yang tergolong kategori kurus ini, frekuensi dan porsi makanan harus sangat diperhatikan. Terkadang, saya hanya sarapan teh tawar dan sepotong pisang goreng. Saya sama sekali tidak suka susu. Justru saya sangat suka yogurt. Makan siang pun sering terlewat dari jam makan pada umumnya, bisa-bisa pukul 14.00 atau bahkan pukul 15.00 baru sempat makan siang.

Malam pun, makan biasanya paling cepat pukul 21.00. Pun untuk ngemil makanan kecil dari pagi sampai sore saja tidak sempat. Hanya kadang-kadang makan sepotong buah di sela-sela waktu makan berat. Nah, atas saran seorang teman yang prihatin melihat betapa 'langsingnya' saya, saya pun mencoba terapi bekam.

Setelah itu, saya diberi obat herbal untuk perangsang nafsu makan. Benar saja, baru hari pertama saja saya minum obat tersebut, nafsu makan saya tiba-tiba naik. Sarapan selalu banyak, bahkan ditambah susu 1 gelas. Makan siang saya usahakan makan nasi, lauk, dan sayur yang lengkap. Kalau biasanya saya makan nasi hanya 1/2 porsi, sejak saat itu saya selalu makan 1 porsi penuh dan habis.

Di antara waktu sarapan dan makan siang saya mengonsumsi kue basah, roti, atau biskuit. Sedangkan di antara waktu makan siang dan makan malam, saya mengonsumsi buah. Bahkan, karena selalu merasa lapar, saya pun makan berat lagi seperti bakso, mie ayam, pempek, toge goreng, dan yang lainnya.

Malam hari, di perjalanan pulang dari kantor saya pasti mampir dulu untuk makan seperti nasi soto, sate, bubur ayam, atau bakmi godog. Sampai di rumah, kira-kira pukul 22.00 atau 23.00 saya akan makan malam lagi dengan menu lebih komplit yaitu nas, lauk, dan sayur. Saya juga ngemil cokelat, es krim, cheesecake, tiramisu, dan makanan apapun karena saya selalu merasa lapar.

Namun, saya mulai mengerem nafsu makan saat pipi saya terlihat chubby dan wajah saya berubah jadi lebar. Inilah bagian yang tidak saya sukai karena gemuknya tidak merata. Sedangkan perut saya yang tadinya kempes sejak itu mulai agak membuncit. Alhasil celana jins saya jadi ketat semua dan baju jadi terasa sempit. Ukuran bra dan celana dalam pun juga bertambah.

Saya senang dengan berat badan yang sekarang karena tidak ada lagi yang membully saya dengan kata-kata: kutilang darat, cacingan, kurang gizi, atau kerempeng. Penampilanpun jadi lebih segar dan wajah tampak cerah. So, diet tak hanya untuk mereka yang ingin kurus, bukan? Semoga bermanfaat!

(rdn/up)

Berita Terkait