Sempat Kena Tifus 3 Kali karena Diet, Bobot Gadis Ini Berhasil Turun 20 Kg

Diet Experience

Sempat Kena Tifus 3 Kali karena Diet, Bobot Gadis Ini Berhasil Turun 20 Kg

- detikHealth
Senin, 17 Nov 2014 12:33 WIB
Sempat Kena Tifus 3 Kali karena Diet, Bobot Gadis Ini Berhasil Turun 20 Kg
Before
Jakarta - Jika program penurunan berat badan dilakukan secara sembarangan, bukan tidak mungkin yang terjadi justru datangnya penyakit. Inilah yang dialami oleh Hima Nur Sabrina (20). Gara-gara melakukan diet secara asal, ia justru terkena penyakit tifus sampai tiga kali.

Dari situ ia kemudian berusaha mencari cara untuk mengubah pola dietnya menjadi lebih sehat. Sukses! Tubuhnya kini semakin sehat dan proporsional setelah berat badannya berhasil turun sebanyak 20 kg dalam setahun. Berikut paparan Hima kepada detikHealth, seperti ditulis pada Senin (17/11/2014):

Mungkin saya harus berterima kasih kepada sang mantan yang telah mengubah gaya hidup saya menjadi jauh lebih baik. Tidak bisa dipungkiri, salah satu alasan saya berdiet karena ingin membuat mantan merasa menyesal telah meninggalkan saya. Saya berusaha sekuat tenaga membuktikan bahwa kepergiannya dari hidup saya tidak lantas membuat saya terpuruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya memulai diet dengan konsumsi obat-obatan tradisional, namun sudah berbulan-bulan saya tidak juga merasakan perubahan yang signifikan dalam tubuh saya. Yang terjadi malah memperparah penyakit mag yang memang sebelumnya sudah saya miliki. Akhirnya saya berhenti mengonsumsi obat-obat tradisional itu hanya sekitar sebulan dan kembali melanjutkan dengan cara diet saya yang lama.

Alih-alih membuat badan langsing, penyakit tifus saya malah kambuh. Ini terjadi berulang-ulang sampai sekitar tiga kali tifus saya kambuh lantaran menjalankan pola diet yang tidak benar.

Saat itu saya berpikir untuk mengganti pola diet, saya merasa ada yang tidak beres dengan metode yang saya pilih. Saya memutuskan untuk mengikuti kelas gym di pusat kebugaran dekat kampus. Beruntung saya bertemu dengan pelatih ramah dan sabar menghadapi saya yang malas latihan.

Dia memberikan saya motivasi dan berbagai pola diet ketat untuk membentuk tubuh. Dikatakan perubahannya bisa terlihat dalam 2-3 bulan, tapi pemula seperti saya yang terlebih agak bandel, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk hasil yang lumayan terlihat.

Saya berdiet dengan makan lebih sering 6 kali sehari, dengan rentang waktu makan 2 jam. Adapun menu yang saya makan seperti roti gandum kasar dengan selai kacang atau cokelat, diselingi dengan putih telur rebus untuk menambah massa otot, serta sayur dan buah seperti apel atau pisang.

Saya mengurangi makanan yang mengandung gula, menghindari makanan mengandung lemak dan santan. Saya juga sangat jarang memakan nasi.

Untuk pola latihan, saya memilih mengikuti kelas gym setiap sore selama 2 jam dari Senin sampai Sabtu. Alhamdulillah saya berhasil menurunkan bobot sekitar 20 kg dari semula 68 kg menjadi 48 kg. Saya sengaja memilih olahraga sebagai alternatif pengganti karena saya tidak hanya ingin terlihat kurus, tapi juga sehat.

Pelatih saya bilang, justru otot yang membuat tubuh seseorang terlihat padat, sekal dan berisi. namun kebanyakan wanita takut untuk mempertahankan atau bahkan menambah massa otot karena khawatir terlihat kekar.

(ajg/up)

Berita Terkait