Alhasil berat badan Tami pun berhasil turun dari semula 58 kg menjadi 45 kg dalam waktu dua bulan saja. Cara yang dilakukannya tergolong cukup mudah lho. Ingin mencobanya? Yuk simak kisah diet Tami seperti ditulis detikHealth pada Jumat (19/12/2014):
Saya memang sudah mempunyai badan yang gemuk dari kelas 4 SD. Teman-teman SD saya waktu itu juga selalu mencubit pipi saya yang chubby.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola makan yang saya lakukan pada saat itu adalah tidak memakan permen dan mengurangi asupan nasi serta gula-gulaan. Tapi diet ini tidak bertahan lama, karena banyak sekali godaan dari teman-teman.
Masuk SMA, saya mulai mengikuti berbagai ekstrakurikuler seperti basket. Dari aktivitas padat inilah berat badan saya mulai berkurang sedikit demi sedikit. Tapi tetap saja, saya masih kelihatan gendut.
Saat sedang puasa Ramadan, tepatnya tahun lalu, saya kembali berkomitmen serius diet. Jadi pada saat sahur jika ibu saya memasak sayuran atau tumis kangkung, saya hanya memakan kangkungnya tanpa memakan nasi dan meminum susu hingga lepas waktu senja berbuka puasa. Untuk berbuka saya hanya memakan buah-buahan dan jus yang telah dihidangkan.
Cara ini saya lakukan selama satu bulan dan berhasil menurunkan berat badan saya. Tapi perjuangan bukan sampai di situ saja, saat Lebaran banyak sekali godaan makanan seperti opor dan rendang.
Sempat takut jika berat badan saya naik lagi, saya mulai mengontrol porsi makan saya walaupun itu sangat tidak mudah. Sekarang dihitung-hitung berat badan saya stabil di angka 45 kg. Saya sangat senang. Kalau dulu ketika masih gemuk saya paling malas diajak berfoto, kini saya sangat percaya diri untuk menunjukkan bahwa saya sudah berubah.
(ajg/vit)











































