Wow! Berat Badan Dokter Ini Turun 8 Kg Berkat Rajin Latihan Muaythai

Diet Experience

Wow! Berat Badan Dokter Ini Turun 8 Kg Berkat Rajin Latihan Muaythai

- detikHealth
Kamis, 15 Jan 2015 19:05 WIB
Wow! Berat Badan Dokter Ini Turun 8 Kg Berkat Rajin Latihan Muaythai
Tangerang - Bekerja sebagai dokter spesialis penyakit jiwa, dr Andri, SpKJ, FAPM mengaku risi dengan berat badannya yang terus-menerus naik. Akhirnya, dokter berusia 36 tahun ini pun kemudian memutuskan untuk menurunkan berat badan melalui latihan Muaythai.

Berkat rajin latihan ini, ia berhasil menurunkan berat badannya dari semula 75 kg menjadi 67 kg dalam waktu 5 bulan. Berikut kisah sukses diet psikiater yang berpraktik di Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera Tangerang ini, seperti diceritakan kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (15/1/2015):

Pekerjaan saya sebagai dokter jiwa alias psikiater mengharuskan saya lebih banyak duduk dibandingkan bergerak aktif ke sana dan ke mari. Seperti banyak 'kaum sedentary' lainnya, kehidupan saya juga tidak banyak diisi oleh gerak. Ke mana-mana kalau bisa naik mobil, naik tangga enggan dan lebih sering menggunakan lift atau elevator saja.

Kehidupan makin enak karena ditambah dengan seringnya mengadakan pertemuan di coffee shop atau restoran bersama rekan-rekan atau kolega. Kehidupan seperti ini berlangsung hampir sejak saya lulus sebagai dokter jiwa 6 tahun lalu. Hasilnya saya bertambah berat badannya dari waktu ke waktu tanpa saya sadari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 60 kg saat masih kuliah dulu sampai akhirnya mencapai 74,5 kilogram di pertengahan Juni 2014. Saya sebenarnya selama ini menerapkan pola makan nasi putih yang lebih sedikit daripada kebanyakan orang laki-laki seumur saya. Setiap makan, nasi putih yang saya konsumsi paling banyak 7 suapan saja. Tapi pola makan seperti ini akhirnya tidak membawa hasil. Berat badan bertahan walaupun lebih sering agak cenderung naik dari bulan ke bulan.

Keputusan menurunkan berat badan ke berat badan ideal datang ketika merasakan kondisi tubuh tidak fit sepulang dari pelatihan di Paris akhir Februari 2014. Sepulang dari sana saya mengalami infeksi saluran nafas atas yang lama sembuhnya. Antibiotik dan anti radang diberikan dalam jumlah dan waktu lebih panjang dari biasanya. Ketika sembuh pun kondisi fisik sepertinya tidak terlalu baik. Bila saya tidak sempat tidur siang maka sore ketika praktik bisa merasakan rasa kantuk yang luar biasa. Badan lemas seperti selalu kurang tidur. Lama-lama tidur pun menjadi kurang lelap.

Saya memang pernah berolahraga rutin lari tapi karena kebosanan akhirnya saya berhenti sendiri. Saat itu lari pun tidak banyak membuat perubahan dalam berat badan saya, jadi menjalaninya hanya sebulan saja akhirnya saya putuskan untuk berhenti. Sejak kejadian kurangnya vitalitas tubuh ini akhirnya saya berusaha kembali mencari olahraga apa yang kira-kira cocok buat saya dan mampu menurunkan berat badan sekaligus. Saat putaran Piala Dunia 2014 berlangsung, keputusan untuk mencoba olahraga Muaythai dibuat.

Saya memutuskan mengikuti Muaythai karena tertarik suatu bahasan di sebuah surat kabar tentang pemain sepak bola Belanda yang mengalami kemunduran fisik dan akhirnya pulih kembali dengan latihan Muaythai. Saya kemudian mendatangi sebuah camp Muaythai di sekitar Alam Sutera, Serpong tempat RS saya berada. Hari pertama latihan saya sampai keliyengan dan sempat minta istirahat beberapa lama karena pusing sehabis melakukan skipping 10 menit.

Latihan selanjutnya sudah mulai terbiasa dan akhirnya pada latihan ketiga saya sengaja membeli gloves alias sarung tinju sendiri. Harganya relatif mahal, tapi saya pikir untuk menambah semangat supaya tetap mau latihan saya harus membuat saya malas berhenti olahraga ini, salah satunya rasa sayang gloves tidak terpakai jadi alasan saat itu. Lama kelamaan saya menemukan keasyikan sendiri belajar muaythai ini.

Tetapi mengapa di bulan pertama latihan seminggu dua kali berat badan saya tidak berkurang banyak? Berat badan awal saat masuk camp adalah 74.5 kilogram dengan lingkar perut 91 cm, setelah latihan sebulan hanya 74 kg saja dan lingkar perut tidak berubah. Pelatih saya saat itu menyatakan hal tersebut biasa.

Pola hidup yang masih kadang belum teratur, makan malam di atas jam 9 malam dan banyak makan gula saya pikir juga menjadi penyebabnya. Saya memang sulit untuk tidak makan di atas jam 9 malam karena selesai praktek saja paling cepat jam 8 malam. Saya jujur masih bingung dan sedikit kecewa karena saya pikir Muaythai akan membentuk berat badan ideal secepat-cepatnya. Bayangkan latihan kardio yang berat tetapi hasilnya nihil, siapa yang mau?

Saya pikir-pikir lagi apa yang dikatakan oleh pelatih saya ini dan saya melihat kebenaran di sana. Tubuh memang harus membiasakan diri dengan perilaku baru sebelum tubuh itu akhirnya terbiasa. Pola perilaku dari latihan Muaythai sedikit banyak mengubah perilaku menjadi lebih sehat.

Malam sebelum latihan saya harus tidur cukup, artinya saya tidak boleh tidur di atas jam 12 malam kalau saya mau bangun jam 6 pagi seperti biasa saya bangun. Sebelum latihan juga sebaiknya perut kosong 2 jam sebelumnya, itu membuat saya harus makan siang jam 12 dan hal itu dulu sering saya langgar.

Hasilnya memasuki bulan ketiga latihan berat badan saya mulai konsisten menurun begitu juga dengan lingkar perut saya. Berat badan menurun bertahap setiap dua pekan dan lingkar perut juga demikian. Akhir Desember sebelum liburan Natal dan Tahun Baru saat camp juga libur, berat badan saya telah mencapai 69 kg dengan lingkar perut 83 cm. Saya mulai beli celana panjang baru karena sudah kedodoran sekali dipakainya.

Saat saya menulis artikel ini, berat badan rata-rata saya saat kosong (pagi hari setelah buang air besar dan sarapan) adalah 67.5 kg dengan lingkar perut 82 cm. Saya telah mencapai berat badan ideal saya. Jika saya ingin bertanding Muaythai saya sudah bisa masuk kelas Welter dengan berat badan seperti ini. Walaupun Index Massa Tubuh saya masih 25.49%, tapi saya yakin akan mencapai BMI ideal di bawah 25% dalam waktu dekat.

Saya memang tidak pernah menargetkan turun cepat seperti banyak iklan-iklan penurun berat badan yang biasa dipromosikan. Hal itu karena saya tidak ingin berat badan seperti yoyo yang gampang turun tapi gampang naik. Konsistensi dengan perilaku sehat dan gaya hidup sehat adalah tujuan utama dari belajar Muaythai dan itu telah saya dapatkan esensinya. Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca yang ingin mencoba Muaythai sebagai salah satu pilihan dalam gaya hidup sehat. Salam sehat jiwa dan raga.

(ajg/vit)

Berita Terkait