Namun kini Nanda sudah bisa jadi lebih percaya diri karena berat badannya turun sebanyak 18 kg menjadi 74 kg saja dalam waktu 6 bulan. Tak terlalu sulit, yuk coba juga trik diet ala Nanda seperti ditulis detikHealth pada Selasa (17/2/2015):
Saya merupakan orang yang dulunya memiliki kebiasaan makan yang sangat sering dan dengan porsi jumbo. Apalagi yang berkuah santan dan ada gorengannya. Selain itu saya sangat suka ngemil, gampangnya dalam tiap jam saya harus ada saja yang dikunyah walaupun saat mau tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, saya jadi terpikir untuk menurunkan berat badan. Namun karena saya memiliki mag dan riwayat tifus, saya tidak bisa melakukan diet ketat. Saya sudah pernah mencobanya dan saya berakhir dengan infus di rumah sakit. Maka dari itu saya mencoba mencari cara yang menurut saya aman untuk tubuh saya: meningkatkan intensitas olahraga.
Pekan awal saya mencoba untuk membiasakan tubuh saya berolahraga ringan. Caranya, setiap bangun pagi saya melakukan push-up, sit-up planking dan lari di tempat selama lebih kurang 30 menit untuk seluruh aktivitas tersebut.
Untuk sarapan saya makan telur dadar/ceplok dengan minyak goreng yang sedikit sekali. Sementara untuk makan siang dan malam saya makan dengan porsi nasi setengah dari biasanya agar lambung saya tidak 'kaget'. Saya juga selalu makan sayuran bening dan sup, sementara saya pantang untuk makan makanan berkuah santan. Saya juga memperbanyak makan kentang, tahu, tempe sebagai lauk-pauk saya.
Setelah sebulan pertama melakukan pola tersebut saya kemudian meningkatkan intensitas olahraga saya dengan melakukan lari/joging dengan jarak 5-10 km dan waktu tempuh 30-90 menit minimal 3 kali dalam seminggu. Sementara sebisa mungkin di hari libur, Sabtu atau Minggu saya meningkatkan jarak menjadi 10-15 km untuk mendapatkan pembakaran kalori yang lebih banyak lagi.
Aktivitas pagi pun saya tambah, yaitu saya juga melakukan angkat beban setiap harinya agar pembakaran lemak juga lebih banyak terjadi. Sementara untuk makan, sarapan saya tetap melakukan pola yang sama di sebulan awal, untuk makan siang dan makan malam pola juga masih saya terapkan yang sama tetapi saya sudah mengurangi porsi nasi menjadi 1/4 dari porsi biasa. Sayuran dan buah-buahan juga saya perbanyak.
Saya sangat menghindari minum air es, selama program saya selalu menyempatkan banyak minum air putih terutama air putih hangat. Rasa lapar dan ingin ngemil saya siasati dengan makan buah-buahan seperti pisang, mangga atau semangka. Selama 5 bulan saya lakukan berat badan saya yang semula 91-92 kg sudah turun hingga 73-74 kg! Ukuran celana saya yang semula 38 sekarang menjadi 34, ukuran baju semula XXL sekarang M atau L.
Saya juga sudah sering tidak merasa sesak napas lagi jika melakukan aktivitas fisik atau main futsal. Untuk menjaga kestabilan berat badan, saya tetap melakukan pola makan yang sama dan secara khusus menyempatkan olahraga joging atau lari 3 kali seminggu walaupun jaraknya tidak sejauh saat awal program dahulu, kemudian saya juga mencoba rutin puasa Senin-Kamis.
Selain mencari pahala, hal ini saya anggap sebagai proses detoksifikasi tubuh saya. Syukurnya dengan program yang saya lakukan itu mag saya tidak pernah kambuh dan tifus saya pun aman, malah saya merasa tubuh lebih fresh dan enak saat diajak melakukan aktivitas fisik yang agak berat. Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat.
(ajg/vit)











































