Jadi Vegetarian dan Rajin Olahraga, Bobot Tholhah Sukses Turun 33 Kg!

Diet Experience

Jadi Vegetarian dan Rajin Olahraga, Bobot Tholhah Sukses Turun 33 Kg!

- detikHealth
Jumat, 20 Feb 2015 14:36 WIB
Jadi Vegetarian dan Rajin Olahraga, Bobot Tholhah Sukses Turun 33 Kg!
Before
Tawangmangu - Biasa makan dengan porsi besar dan dobel, Rohmat Tholhah Purbantoro (21) 'berubah haluan' menjadi vegetarian dan memperbanyak makan buah serta sayuran. Ditambah dengan rajin olahraga, berat badan Tholhah sukses turun dari 110 kg menjadi 77 kg dalam waktu 7 bulan.

Berikut kisah sukses diet Tholhah seperti ditulis detikHealth pada Jumat (20/2/2015):

Saya terlahir dari keluarga yang memang rata-rata bertubuh gemuk. Tapi dari semua saudara saya yang memiliki tubuh besar, sayalah yang paling gemuk. Bayangkan saja waktu usia saya menginjak 17 tahun, saya sudah memiliki berat badan seberat 110 kg. Dengan tinggi badan saya yang hanya 170 cm, tubuh saya jadi terlihat sangat gemuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dulu saat sarapan saya biasa makan dua mangkuk bubur ditambah dengan telur dan gorengan. Sebelum waktu makan siang saya sudah ngemil gorengan dan makanan manis. Nanti untuk makan siang saya makan nasi dengan porsi besar dan jika kurang saya tak ragu untuk tambah. Begitu juga malam harinya, saya sering jajan camilan tak sehat di luar rumah.

Sampai suatu ketika saya menonton salah satu program acara di televisi yang menayangkan perlombaan supaya orang berdiet. Saya sungguh terkejut pada awal acara tersebut banyak peserta yang mempunyai tubuh yang sama seperti saya dan bahkan ada yang dua kali berat badan saya. Saat peserta cek jantung, ternyata kondisi jantungnya tak sehat. Sontak saya langsung khawatir dengan tubuh saya sendiri.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk memperbaiki pola hidup. Untuk makanan, saat itu saya sempat memutuskan menjadi vegetarian. Saya sama sekali tidak makan makanan hewani, bahkan sampai hal-hal yang kecil seperti MSG. Menu saya saat itu adalah nasi merah, sayuran dan buah. Selain itu saya juga mengonsumsi protein dari tempe yang direbus dengan bumbu bacem tanpa gula.

Waktu itu saya sekali tidak merasakan lemas, karena ketika saya mulai merasa lapar saya akan langsung makan. Nah, tapi saya hanya akan makan makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti buah dan sayur-sayuran.

Untuk olahraga saya biasa melakukan lari di pagi hari antara 30-45 menit. Pada awalnya saya merasa capek dan berat melakukan olahraga tersebut tapi karena kemauan dan tekad untuk mendapatkan tubuh yang ideal sayapun mulai terbiasa berlari di pagi hari, squat, push-up, dan crunch. Sementara untuk sore harinya saya biasa melakukan olahraga bersama teman-teman seperti sepak bola atau tenis meja.

Setelah saya melakukan pola tersebut dalam waktu 3 bulan, berat badan saya turun hingga 25 kg. Semuanya tidak percaya melihat perubahan pada tubuh saya. Tapi ibu kemudian 'protes' dan akhirnya 4 bulan berikutnya saya ubah sedikit pola makan saya. Saya mulai memasukkan menu tinggi protein yang berasal dari sumber hewani seperi daging merah dan dada ayam.

Saat ini berat badan saya stabil di angka 77 kg dan masih ingin saya turunkan lagi. Dulu saya kemana-mana merasa minder dan malu, tapi kini tidak begitu lagi. Tapi yang terpenting adalah saya merasa tubuh saya saat ini lebih bugar dan sehat.

(ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads