Nuri kemudian mencoba mencari cara untuk bisa menurunkan berat badannya. Ia memperbaiki pola makan dan kebiasaan ngemilnya. Selain itu meskipun ia bepergian naik motor, namun ia mengakalinya supaya tetap aktif dengan mencari tempat parkir lebih jauh. Dengan begitu, ia harus berjalan kaki sedikit lebih banyak.
Sukses! Berat badannya pun berhasil turun sebanyak 9 kg. Dari yang semula 59 kg kini turun menjadi 50 kg. Berikut kisah diet Nuri, seperti diceritakan kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (4/3/2015):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga suatu ketika saya menyadari baju favorit saya banyak yang tidak muat lagi. Ditambah saya orangnya suka selfie dan ketika selfie dengan teman saya, pipi dan badan saya terlihat sangat gemuk. Saya jadi malu.
Saya kemudian sempat mencoba diet instan dengan minum obat diet. Cara ini berhasil tapi hanya sementara yaitu saat saya minum obatnya. Begitu saya berhenti mengonsumsinya, berat badan saya kembali naik seperti sebelumnya.
Saya akhirnya mencoba mengatur pola makan dengan makan tetap 3 kali sehari. Saya tetap makan nasi tapi porsinya dikurangi, plus dengan lauk tempe dan tahu. Sebelum makan saya minum air putih 2 gelas agar cepat terasa kenyang. Tak lupa saya mengganti camilan saya dengan salad dan buah-buahan.
Untuk aktivitas fisik, saya mengakalinya dengan cara memarkirkan motor sedikit lebih jauh dengan tempat tujuan. Dengan begitu saya punya sedikit waktu lebih banyak untuk berjalan kaki. Tak lupa saya juga selalu tidur 8 jam sehari.
Baca juga: Jadi Pesco-Vegetarian, Berat Badan Syaiful Turun 34 Kg dalam 5 Bulan Saja!
(ajg/vta)











































