Tak sia-sia, konsisten menerapkan pola hidup yang lebih sehat dalam waktu 8 bulan, berat badan pria dengan tinggi badan 180 cm ini berhasil turun dari semula 140 kg menjadi 87 kg. Penasaran ingin tahu triknya? Berikut kisah diet Fransisco, seperti ditulis detikHealth pada Senin (9/3/2015):
Saya sebenarnya sudah gemuk sejak kelas 2 SD. Semakin lama berat badan saya terus naik hingga puncaknya pada bulan September 2013 mencapai 140 kg. Sebelumnya saya merasa biasa saja dan tidak terlalu menghiraukan apa kata orang pada saya. Bahkan saya sering merasa kalau badan saya masih ideal.
Hingga pada suatu hari seminggu sebelum liburan saya berakhir, saya menatap kaca dan baru kali ini saya melihat badan saya secara keseluruhan dan merasa jijik ketika melihat tumpukan-tumpukan lemak itu. Kemudian saya merasa harus melakukan sesuatu atau saya akan berakhir seperti orang-orang obesitas pada umumnya, seperti mengalami serangan jantung, diabetes dan meninggal muda.
Akhirnya saya bertekad untuk melakukan perubahan besar karena saya berprinsip bahwa tidak mungkin semasa hidup saya akan begitu terus. Kemudian saya mulai memotivasi diri saya dengan keras dan menganggap badan saya saat itu adalah musuh saya yang harus dilawan dan saya berkeyakinan bahwa ada diri saya yang sebenarnya di balik timbunan lemak itu.
Kemudian saya mulai mencari-cari informasi tentang diet. Saya menggunakan jenis diet gabungan dari diet rendah kalori dan golongan darah. Golongan darah saya O yang melarang banyak konsumsi karbohidrat terutama dari nasi. Kalori juga saya batasi hingga maksimal 1.500 kalori per hari.
Jadi pada pagi hari saya hanya mengonsumsi oatmeal + susu sekitar 300 kalori. Lalu pada siang hari saya mengonsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih ditambah dada ayam bakar dan sayur. Kemudian pada sore hari saya kembali mengonsumsi oatmeal dan susu. Pada pekan pertama saya menerapkan ini, berat badan saya turun fantastis hingga 3 kg.
Agar memaksimalkan diet, saya juga olahraga. Dua pekan setelah diet, saya memutuskan untuk bergabung ke fitness center. Saya mulai latihan kardio intens ditambah latihan beban. Dengan gabungan diet rendah kalori dan olahraga, berat badan saya turun lebih banyak lagi hingga pada 2 bulan pertama turun hingga kurang lebih 20 kg. Jika bosan fitness, saya melakukan olahraga lainnya seperti renang dan sepeda. Pola tersebut terus saya terapkan hingga 7 bulan kemudian berat saya mencapai target awal saya 90 kg.
Banyak perubahan yang saya rasakan setelah berat badan saya turun secara drastis. Saya merasa orang mulai menghargai saya karena sadar akan kesehatan dan tentunya memiliki tubuh yang ideal adalah idaman semua orang. Saat berjalan pun saya tidak sesak napas lagi seperti sebelumnya. Tentunya teman-teman saya kaget dan kagum akan keberhasilan ini.
Yang perlu diingat dari pola diet ini adalah bahwa kita harus tetap mengisi tubuh kita dengan kalori yang diperlukan karena pada dasarnya tubuh kita membutuhkan energi namun tidak berlebihan. Juga setelah olahraga berat kita harus mengisi tubuh kita setidaknya 150 kalori agar metabolisme tubuh tetap berjalan. Jangan pernah memaksa tubuh anda untuk tidak makan.
(ajg/vta)











































