Diet OCD dan Rajin ke Gym Tiap Pulang Kerja, Bobot Satria Turun 23 Kg

Diet Experience

Diet OCD dan Rajin ke Gym Tiap Pulang Kerja, Bobot Satria Turun 23 Kg

- detikHealth
Rabu, 11 Mar 2015 16:33 WIB
Diet OCD dan Rajin ke Gym Tiap Pulang Kerja, Bobot Satria Turun 23 Kg
Before
Depok - Memiliki tinggi badan 164 cm dan berat badan 96 kg, Muhammad Satria P (38) kerap merasa cepat lelah dan ngos-ngosan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mengubah pola makan dan aktivitas fisik.

Sekitar empat bulan setelah menerapkan program tersebut, bobot Satria pun kini stabil di angka 73 kg. Selain itu, ukuran baju dan celananya pun kini sudah turun. Berikut kisah dietnya, seperti diceritakan kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/3/2015):

Saya termasuk orang yang doyan makan dan ngemil. Di saat pikiran sedang stres, saya selalu lampiaskan dengan makan. Maka dari itu tak heran berat badan saya makin naik dan terlihat gemuk. Di bulan Oktober 2014, berat badan saya bahkan mencapai 96 kg. Untuk beraktivitas, badan saya jadi terasa cepat capek dan napas pun ngos-ngosan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena sudah merasa kurang nyaman dengan berat badan ini, di akhir bulan Oktober 2014 saya putuskan untuk menurunkan berat badan. Saya mulai browsing mencari referensi untuk menurunkan berat badan, salah satunya selalu membuka website detikHealth.

Akhirnya di tanggal 27 Oktober 2014 saya memutuskan untuk memulai diet OCD dan mengganti nasi putih dengan nasi merah. Awalnya saya coba dengan jendela makan yang 4 jam. Saya juga pergi ke gym setiap malam sepulang dari kerja. Pekan pertama melakukan program ini, saya merasakan sudah ada penurunan berat badan.

Di pertengahan bulan November, di setiap hari Senin sampai Jumat saya mencoba OCD dengan jendela makan 24 jam. Saya hanya makan di jam 12 siang dengan menu Nasi merah, sayuran kukus tanpa garam dan penyedap (brokoli dan wortel), lauknya tahu/tempe kukus tanpa garam dan penyedap, kadang-kadang dada ayam kukus tanpa bumbu, serta putih telur tiga butir.

Saya tidak memakan goreng-gorengan di waktu ini. Untuk Sabtu dan Minggu, karena saya libur, saya OCD dengan jendela makan 4 jam, dengan masakan yang ada di rumah (nasi tetap nasi merah). Setiap malam pun saya tetap pergi ke gym selama dua jam.

Setelah berjalan selama dua bulan, tidak terasa Alhamdulillah berat badan saya turun sekitar 23 kg. Saya pun semakin semangat untuk berolahraga dan diet.

Sekarang setelah empat bulan, berat badan saya stabil di angka 73 kg. Saya merasa puas karena ukuran celana saya yang tadinya 36-37, sekarang saya menggunakan celana ukuran 30. Baju pun yang awalnya ukuran XL, sekarang saya menggunakan ukuran L.

Saya sudah tidak berniat untuk menurunkan berat badan, tinggal bagaimana supaya terjaga berat badan saya tidak naik lagi. Sampai saat ini saya masih tetap mengonsumsi beras merah dan pergi ke gym, tapi dietnya sudah tidak seketat dua bulan pertama. Demikian pengalaman diet saya, semoga bisa menginspirasi teman-teman pembaca. (Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads