Tak cukup sampai di situ saja, bahkan sampai kuliah pun ia masih sering diejek. Rasa percaya dirinya kian menurun, Shafarul pun jadi lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah dengan menonton TV dan ngemil. Makin tak terkontrol, berat badannya naik lagi sampai mencapai 92 kg.
Kerap sakit akibat kegemukan, Shafarul pun kemudian memutuskan untuk menurunkan berat badannya dengan menerapkan pola hidup sehat. Hebatnya, dalam waktu 8 bulan bobotnya berhasil turun dari semula 92 kg menjadi 65 kg. Yuk simak kisah diet Shafarul seperti dituliskan detikHealth pada Kamis (19/3/2015):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun memasuki usia pubertas saya mulai tidak percaya diri, sering diejek dan dibully kadang membuat down juga. Oleh karena itu saya lebih memilih untuk menghabiskan banyak waktu di rumah dengan menonton TV, ngemil, makan tidak terkontrol dan sangat jarang sekali melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Alhasil berat badan saya semakin bertambah, saya pernah mencapai bobot 92 kg dengan tinggi badan 171 cm.
Akhirnya karena pola hidup yang tidak sehat seperti itu saya terkena radang saluran cerna dan sempat dirawat di rumah sakit. Mulai saat itu saya bertekad untuk mengubah pola hidup saya. Saya mulai dengan mengubah pola makan, mengurangi porsi nasi dan memperbanyak sayur serta buah.
Untuk pagi dan malam hari saya mewajibkan menu sayur bening wortel dan labu, untuk menu siang kacang-kacangan ditambah tempe atau tahu dan saya tidak memakan daging merah. Ditambah saya juga tidak ngemil lagi dan berolahraga minimal 2 kali seminggu. Selama 8 bulan saya melakukan program ini, saya berhasil menurunkan bobot dari 92 kg menjadi 65 kg.
Baca juga: Setop Konsumsi Garam, Gula dan Minyak, Bobot Hana Turun 13 Kg dalam 4 Bulan
(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)










































