Bukan tanpa perjuangan, Faizal merasa keberhasilannya menurunkan berat badan tersebut didapatnya dari usaha yang cukup berat. Selain mengubah pola makan, ia juga rutin fitness 5 kali dalam seminggu. Berikut kisah dietnya, seperti ditulis detikHealth pada Rabu (13/5/2015):
Awalnya saya ingin sekali punya tubuh ideal dan bugar. Saya kemudian mencari-cari informasi diet di buku maupun internet. Setelah disesuaikan dengan kebiasaan diri akhirnya saya mencoba diet OCD yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier.
Kenapa sesuai dengan kebiasaan diri? Karena di OCD tidak ada aturan pemilihan makanan, karena saya memang penyuka segala jenis makanan mulai yang hewani hingga nabati, dari yang digoreng, direbus, dipanggang, hingga dikukus.
Pekan pertama tepatnya bulan September 2013, saya mulai mencoba OCD dengan jendela makan 6 jam. Pekan kedua dan seterusnya saya mencoba OCD dengan jendela makan 4 jam sehari.
Untuk olahraga, seperti yang dianjurkan dalam diet OCD yaitu fitness atau angkat beban. Dalam seminggu saya fitness selama 5 hari dan 2 hari off. Tidak usah berlama-lama, cukup 30-50 menit angkat beban. Tetapi untuk keefektifan saya menambah 20-30 menit jalan cepat di atas treadmill dan sesekali menambahkan dengan senam.
Turun berat badan itu penuh perjuangan? Pastinya, melihat orang lain yang makan enak dengan waktu yang tak terbatas. Sedangkan saya hanya bisa membatin dalam hati. Ya, semuanya hanya untuk terlihat lebih sehat, karena sekarang biaya berobat sangat mahal apabila sakit-sakitan.
Akhirnya setelah 11 bulan, berat badan saya hampir menuju IMT ideal dengan 70 kg. Walaupun OCD awal-awalnya memang terasa berat, namun setelah terbiasa akhirnya seperti normal kembali.
Rencananya saya akan melakukan diet OCD ini kalau bisa seumur hidup saya karena sangat menyehatkan dan membugarkan badan. Banyak orang-orang, tetangga, teman-teman yang kaget melihat diri saya yang baru. Lucunya, saya harus mengeluarkan uang tabungan untuk membeli pakaian (baju dan celana) baru untuk dipakai.
Dulu ukuran baju saya mencapai XXXL, tapi sekarang ukuran L, dan untuk ukuran celana dulunya 42 atau bahkan lebih (karena sering untuk jahit bahan sendiri) sekarang bisa memakai celana ukuran 34.
(Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































