Tapi itu dulu, kini Hanafi jauh lebih percaya diri setelah berat badannya berhasil turun sebanyak 28 kg menjadi 65 kg. Mau tahu tipsnya? Berikut tips pola makan ala Hanafi, seperti diceritakan dan ditulis detikHealth pada Jumat (22/5/2015):
Saya adalah seorang pegawai kantoran. Hampir tiap hari duduk di depan komputer tanpa banyak gerak sehingga berat badan saya melonjak secara tajam. Kalau dilihat dari fisik saya yang paling terlihat adalah perut yang sangat keliatan maju ke depan. Banyak orang mengatakan saya seperti orang hamil. Memang pada kenyataannya perut saya terlihat sangat besar.
Pada waktu itu kebetulan ada program cek-up berat badan secara gratis, atas ajakan teman-teman kantor saya mencoba untuk menimbang berat badan saya. Dari hasil cek-up tersebut diketahui bahwa berat badan saya sudah terbilang gemuk yakni sekitar 93 kg dengan tinggi badan 165 cm. Selain itu, usia sel saya bisa dikatakan seperti orang berusia 50 tahun.
Berawal dari hasil cek-up tersebut saya menyadari bahwa berat badan saya sudah tidak layak lagi lalu saya berniat untuk menurunkan berat badan saya tersebut. Pada 1,5 bulan pertama berat badan saya turun sebesar 5 kg dari 93 kg menjadi 87 kg. Melihat penurunan berat badan tersebut saya menjadi lebih termotivasi untuk bisa turun lebih banyak lagi.
Sekitar 3,5 bulan kemudian berat badan saya turun lagi sebesar 7 kg menjadi 80kg. Saya tetap optimistis dan berusaha keras menjalankan program diet ini. Alhasil 4,5 bulan kemudian berat badan saya turun lagi sebesar 10 kg menjadi 70 kg. Dan yang terakhir dalam 5 bulan terakhir ini berat badan saya turun 5 kg dan stabil di angka 65 kg sampai dengan sekarang.
Alhamdulillah dengan berat badan sekarang perut saya sudah tidak begitu menonjol lagi bila dibandingkan sebelum melakukan program diet. Serta saya bisa memakai celana yang dijual di toko-toko (ukuran 32) yang sebelumnya hanya bisa memakai celana yang harus dijahit sendiri karena tidak ada ukuran yang pas buat badan saya.
Adapun program diet yang saya jalankan adalah mengubah pola makan, minum susu rendah lemak/yoghurt, makan buah-buahan, olahraga secara rutin, dan banyak minum air putih. Yang biasanya dalam sehari makan 3 kali diubah cukup 1 kali saja pada siang hari. Memang pada awalnya terkesan sangat sulit untuk dapat makan sekali dalam sehari, tapi lama kelamaan dan karena sudah menjadi kebiasaan hal itu tidak menjadi masalah. Untuk ukuran porsi makan siang tersebut boleh standar seperti biasanya asal jangan berlebihan.
Percaya dalam hati bahwa pasti bisa menurunkan berat badan ini. Selain itu, ingatlah berat badan yang tidak ideal membuat Anda mudah terserang penyakit. Sampai dengan saat ini saya masih tetap rutin menjalankan program diet tersebut meskipun tidak seketat pada waktu awal supaya berat badan saya tetap dapat terkontrol dan harapannya bisa mencapai target kisaran angka 60 kg.
Demikian pengalaman diet yang dapat saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan memotivasi buat teman-teman yang lainnya yang berniat untuk dapat memulai pola hidup sehat mulai dari sekarang juga.
(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)











































