Akhirnya ia pun berusaha untuk menurunkan berat badannya tersebut menjadi seperti semula dengan cara mengubah pola makannya. Sukses! Dalam waktu 4 bulan, kini ia jauh lebih percaya diri dengan berat badan 58 kg. Berikut kisahnya, seperti ditulis detikHealth pada Selasa (23/6/2015):
Setelah melahirkan anak saya yang pertama, berat badan saya sangat fantastis, yaitu 69 kg. Padahal tinggi badan saya hanya 147 cm. Sejak saat itu, saya dijuluki 'kingkong' dan 'raksasa' oleh teman-teman seprofesi maupun anak-anak didik saya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bulan Februari dan Maret 2015 kemarin, menu makan saya adalah segelas susu tanpa lemak dan semangkuk sayur di pagi hari. Di siang harinya, saya mengonsumsi semangkuk sayur dengan ikan/daging/tahu/tempe. Malam harinya, saya hanya minum air putih sebanyak-banyaknya.
Di bulan April dan Mei, menu saya adalah segelas air perasan jeruk nipis dan segelas susu tanpa lemak di pagi hari. Di siang hari, nasi 3 sendok ditambah dengan sayur plus ikan/tahu/tempe. Malam harinya, saya mengonsumsi semangkuk sayur dan buah-buahan.
Di bulan Juni, menu diet saya adalah segelas air perasan jeruk nipis dan segelas susu tanpa lemak. Di siang harinya saya mengonsumsi segelas air perasan jeruk nipis ditambah nasi 3 sendok, sayur dan ikan/tahu/tempe. Untuk malam hari saya minum segelas air perasan jeruk nipis.
Agar tubuh saya tetap fit dan tidak mudah lapar, saya minum air putih sebanyak-banyaknya. Selain itu, saya rutin berolahraga berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, serta senam aerobik sendiri di rumah 2 kali seminggu dan berenang seminggu sekali.
Dengan pola diet dan olahraga disiplin yang saya jalani itu, berat badan saya yang semula 69 kg kini menjadi 58 kg. Sekarang saya lebih percaya diri untuk diajak foto bersama dan saya akan tetap menjalankan pola makan saya hingga berat badan saya mencapai angka 50 kg.
Baca juga: Berkat Pola Makan dan Olahraga Ini, Bobot Dimas Sukses Turun 27 Kg
(ajg/up)










































