Selama tiga bulan pun, Devani menjajal diet OCD dan diet rendah lemak. Berhasil! berat badan Devani turun 20 kg. Bagaimana kisahnya? berikut penuturan Devani kepada detikHealth seperti ditulis pada Senin (28/9/2015):
Di usia yang tergolong masih sangat muda, saya termasuk anak gadis bertubuh subur. Alhasil, memiliki badan yang cukup besar membuat saya merasa minder dengan penampilan saya, yang bahkan saat itu kurang enak dilihat. Ya, memang saya akui dulu saya sangatlah gemuk. Berat badan saya 70 kg dengan tinggi badan hanya 155 cm. Bisa dibayangkan bukan seperti apa bentuk tubuh saya waktu itu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beberapa hari pun, saya sempat berhenti diet. Lalu, saya mencari tahu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat berdiet.
Dalam bacaan itu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang berlemak. Dari situ, saya mulai kembali program diet saya dengan menggabungkan diet OCD dan diet rendah lemak. Dalam diet itu, saya sama sekali tidak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung minyak berlebih dan santan. Karena kebetulan saya tidak terlalu suka daging merah, jadi saya hanya mengonsumsi ikan.
Saat itu, saya juga benar-benar setop mengonsumsi gorengan, siomay, snack apapun, mi instan, fast food, termasuk juga minuman manis dan bersoda. Intinya, selama diet saya tidak mengonsumsi makanan tersebut dan hanya minum air putih. Memang, awalnya terasa tidak enak karena makanan-makanan yang saya setop konsumsi notabene adalah makanan favorit saya. Tapi karena keinginan yang kuat, saya tahan diri untuk tidak tergoda makanan-makanan tersebut.
Selain itu, saya juga rajin jogging 2-3 kali seminggu. Walaupun terasa berat, tapi jogging sangat menguntungkan bagi saya. Kenapa? karena selain tubuh menjadi lebih kurus, kadar koleseterol saya pun rendah. Berangkat dari pengalaman saya, saya ingin tekankan sebelum Anda berdiet tanyakan dulu pada diri sendiri benarkah Anda mau berdiet dan apakah sudah siap serta berniat?
(rdn/vit)











































