Terinspirasi Wanita Korea, Begini Cara Devani Turunkan Bobot 20 Kg

Diet Experience

Terinspirasi Wanita Korea, Begini Cara Devani Turunkan Bobot 20 Kg

Davina Budiana - detikHealth
Senin, 28 Sep 2015 12:04 WIB
Terinspirasi Wanita Korea, Begini Cara Devani Turunkan Bobot 20 Kg
Before
Cirebon - Motivasi menjalani program penurunan berat badan bisa berasal dari orang di sekitar. Seperti yang dialami Devani Budiana. Remaja putri berusia 17 tahun ini tergugah hatinya untuk menjalani diet setelah melihat penampilan wanita-wanita Korea yang bertubuh langsing.

Selama tiga bulan pun, Devani menjajal diet OCD dan diet rendah lemak. Berhasil! berat badan Devani turun 20 kg. Bagaimana kisahnya? berikut penuturan Devani kepada detikHealth seperti ditulis pada Senin (28/9/2015):

Di usia yang tergolong masih sangat muda, saya termasuk anak gadis bertubuh subur. Alhasil, memiliki badan yang cukup besar membuat saya merasa minder dengan penampilan saya, yang bahkan saat itu kurang enak dilihat. Ya, memang saya akui dulu saya sangatlah gemuk. Berat badan saya 70 kg dengan tinggi badan hanya 155 cm. Bisa dibayangkan bukan seperti apa bentuk tubuh saya waktu itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, keinginan untuk berdiet pertama kali muncul saat saya sedang menyukai hal-hal berbau Korea dan melihat kenapa orang-orang, khususnya cewek-cewek Korea bisa mempunyai tubuh yang langsing. Dari situlah, mulai muncul keinginan untuk memiliki tubuh seperti mereka. Awalnya, saya membaca berbagai referensi mengenai diet yang cocok untuk remaja seumuran saya. Tapi, baru sekitar dua hari menjalani diet yang saya baca, ternyata diet itu kurang sesuai untuk saya.

Selama beberapa hari pun, saya sempat berhenti diet. Lalu, saya mencari tahu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat berdiet.
Dalam bacaan itu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang berlemak. Dari situ, saya mulai kembali program diet saya dengan menggabungkan diet OCD dan diet rendah lemak. Dalam diet itu, saya sama sekali tidak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung minyak berlebih dan santan. Karena kebetulan saya tidak terlalu suka daging merah, jadi saya hanya mengonsumsi ikan.

Saat itu, saya juga benar-benar setop mengonsumsi gorengan, siomay, snack apapun, mi instan, fast food, termasuk juga minuman manis dan bersoda. Intinya, selama diet saya tidak mengonsumsi makanan tersebut dan hanya minum air putih. Memang, awalnya terasa tidak enak karena makanan-makanan yang saya setop konsumsi notabene adalah makanan favorit saya. Tapi karena keinginan yang kuat, saya tahan diri untuk tidak tergoda makanan-makanan tersebut.

Selain itu, saya juga rajin jogging 2-3 kali seminggu. Walaupun terasa berat, tapi jogging sangat menguntungkan bagi saya. Kenapa? karena selain tubuh menjadi lebih kurus, kadar koleseterol saya pun rendah. Berangkat dari pengalaman saya, saya ingin tekankan sebelum Anda berdiet tanyakan dulu pada diri sendiri benarkah Anda mau berdiet dan apakah sudah siap serta berniat?

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads