Kamis, 01 Okt 2015 12:03 WIB

Diet Experience

Takut Mati Muda, Anjos Jalani Diet OCD Hingga Bobotnya Turun 30 Kg

feed
Dikirim Oleh
Anjos
Before Foto: Anjos After
Jakarta - Awalnya, Anjos merasa biasa saja meski berat badannya mencapai 115 kg di usia 21 tahun. Hingga suatu hari, badannya terasa tak nyaman dan ketika periksa ke dokter diketahui tekanan darah Anjos cukup tinggi.

Ditanya sang kakak apakah dirinya tak takut mati muda, Anjos serasa mendapat tamparan keras. Ia pun diet sampai berat badannya berhasil turun 30 kg selama empat bulan. Bagaimana kisah lengkapnya? Berikut penuturan Anjos kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (1/10/2015):

Awalnya, saya suka makan enak. Setiap jam 22.00 atau 23.00 saya senang sekali makan nasi goreng, kwetiaw goreng, atau ketoprak plus telur dadar. Rasanya, kalau belum mengonsumsi makanan itu belum puas. Melihat kebiasaan saya seperti itu, alhasil setiap hari kakak saya marah-marah.

Sebab, makin hari badan saya makin lebar dan tidak keruan dengan berat badan 115 kg. Perasaan saya waktu itu? Biasa saja, tidak shock, dan juga tidak merasa malu. Tapi, seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saya panas dingin, tubuh sering berkeringat, lemas, ditambah dada yang terasa sesak. Saat cek ke dokter dikatakan bahwa saya harus diet karena tekanan darah saya tinggi, 150/100 mmHg. Tapi lagi-lagi, saya masih biasa saja. Justru kakak saya yang merasa shock.


Hingga akhirnya kakak saya bilang 'Emang lo mau mati muda?'. Tiba-tiba saja saat itu saya ketakutan dan mulai berdiet tepatnya pada tanggal 3 Juni 2015. Pertama-tama diet, saya bangun tidur tiap jam 06.00 dan minum kopi hitam pahit. Setelah itu jalan pagi sejauh 3 km per hari. Kebetulan, saya menggunakan aplikasi untuk mengukur jarak jalan saya.

Waktu itu saya belum boleh lari karena tubuh yang masih kegemukan. Selesai lari, jam 09.00 saya makan dua butir putih telur rebus. Di jam 12.00 saya mengonsumsi oatmeal ditambah pisang atau kadang kentang rebus dengan brokoli rebus. Di jam 15.00 saya makan pisang atau apel satu buah. Malam harinya, sekitar pukul 19.00 saya makan dada ayam kukus yang dibalur sedikit air lemon.

Sekitar 2 minggu menjalani pola makan seperti itu, berat badan saya turun hampir 10 kg. Namun, setelahnya saya mengubah pola diet dengan menjalani diet OCD. Alasannya, supaya bisa makan enak. Jendela makan saya yaitu jam 12.00 sampai 15.00. Menu yang saya asup misalnya gado-gado, capcay, atau pecel sayur. Untuk olahraga, saya coba untuk lari sedikit-sedikit.

Masuk bulan ke-3 di mana berat badan saya 90 kg, saya mulai nge-gym. Sehingga di pagi hari saya lari dan malamnya nge-gym. Hingga saat ini bobot saya ada di angka 85 kg. Saya sangat bersyukur karena hal yang saya anggap mustahil ternyata bisa saya lakukan. Saat ini, saya berusaha untuk menurunkan berat badan sampai di angka 70 kg.

Saya juga yakin dengan ungkapan 'No Pain No Gain' di mana hasil yang kita dapat akan seimbang dengan proses yang kita lakukan. Semangat semua pejuang diet! (rdn/vit)